• Document: Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb)
  • Size: 270.14 KB
  • Uploaded: 2019-06-13 05:14:32
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Prosiding Farmasi ISSN: 2460-6472 Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb) 1 Siti Nur Faridatussaadah, 2Yani Lukmayani, 3Undang A. Dasuki 1,2,3 Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail: 1Sitinurfaridatussaadah@yahoo.co.id, 2lukmayani@gmail.com, 3Undangdasuki@gmail.com Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dari daun mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb. Hasil dari penapisan fitokimia menunjukkan adanya golongan alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid/steroid, dan polifenolat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menghasilkan ekstrak kental sebanyak 323,96 gram dengan rendemen ekstrak sebesar 32,396%. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair (ECC) menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Terhadap fraksi etil asetat dilakukan subfraksinasi dengan kromatografi cair vakum (KCV) dengan sistem elusi landaian. Pemurnian menggunakan KLT preparatif dengan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak n-heksan : etil asetat (6:4) hingga diperoleh isolat. Terhadap isolat dilakukan uji kemurnian dan karakterisasi dengan spektrofotometri ultra ungu - sinar tampak. Karakterisasi dilanjutkan dengan menggunakan pereaksi geser NaOH, AlCl3, dan AlCl3/HCl. Dari hasil karakterisasi dapat disimpulkan bahwa isolat dari daun mangkokan (Plyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb adalah senyawa flavonoid golongan auron. Kata kunci : Isolasi, Flavonoid, Auron, Mangkokan. A. Pendahuluan Bangsa Indonesia telah mengenal pengobatan secara tradisional, umumnya menggunakan tumbuhan, binatang, dan mineral. Secara umum, kegunaan tumbuhan obat sebenarnya disebabkan oleh kandungan kimia yang dimiliki (Hariana, 2008: 1). Dari sekian banyak senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan, yang memiliki aktifitas biologi salah satunya adalah flavonoid. Senyawa flavonoid merupakan senyawa kelompok fenol terbesar yang ditemukan di alam. Golongan flavonoid memiliki kerangka karbon yang terdiri atas dua cincin benzene tersubstitusi yang disambungkan oleh rantai alifatik tiga karbon. Flavonoid pada tumbuhan dapat ditemukan pada bagian daun, akar, kayu, kulit, biji, dan buah. Flavonoid merupakan senyawa yang dapat berguna sebagai obat diuretik, anti oksidan, anti bakteri, anti hipertensi, anti serangga, mengobati radang payudara. Salah satu tanaman yang mengandung flavonoid adalah daun mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb (Dalimartha, 1999: 87; Harborne,1987: 47; Markham, 1988: 1; Robinson, 1995: 191). Daun mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb) dikenal sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, dan dapat pula ditemukan tumbuh liar di ladang dan tepi sungai. Selain flavonoid daun mangkokan mengandung senyawa alkaloid, saponin, polifenol, lemak, kalsium, fosfor, besi, serta vitamin A, B dan C. Akar dan daun mangkokan dapat digunakan untuk mengobati radang payudara, pembengkakan, melancarkan pengeluaran ASI, dan dapat mencegah rambut rontok (Dalimartha, 1999: 87-88; Hariana, 2008: 183). Kandungan flavonoid dari daun mangkokan belum banyak diketahui, maka berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan suatu penelitian tentang isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid yang berasal dari daun mangkokan (Polyscias scutellarium (Burm.f.) Fosb. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi 141 142 | Siti Nur Faridatussaadah, et al. golongan senyawa flavonoid yang terkandung pada daun mangkokan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah bagi masyarakat untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid yang ada di dalam daun mangkokan. Pada penelitian ini digunakan bagian daun, karena daun mangkokan banyak digunakan oleh masyarakat dengan pengobatan tradisional. Selain itu pengambilan daun pada tanaman secara bijak tidak akan terlalu mengganggu kehidupan tanaman tersebut. B. Landasan Teori Mangkokan (Gambar I) merupakan tanaman perdu tahunan, tumbuh tegak dengan tinggi satu sampai tiga meter. Batang berkayu, bercabang, daun majemuk dengan satu sampai tiga anak daun, bertangkai, agak tebal, bentuknya bulat berlekuk seperti mangkok, pangkal berbentuk jantung, tepi bergerigi, diameter dua sampai enam sentimeter, pertulangan menyirip, warnanya hijau tua. Pada tanaman mangkokan jarang terdapat bunga, bunga dalam pembungaan umbela-umbela yang membentuk panikula di ujung cabang, panjang panikula sampai 60 cm, setiap umbela lima sampai delapan bunga, setiap bunga biseksualis, petal 5, stamen 5, dan ovarium dua sampai empat ruang. Buahnya buah buni, pipih, hijau. Biji kecil, keras, dan cokelat (Backer & Backhuizen van den Brink, 1965: 168; Dalimartha, 1999: 87-88; Ochse 1931:67). Gamb

Recently converted files (publicly available):