• Document: ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP UKURAN FRAGMENTASI OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN
  • Size: 432.88 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:45:52
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Geomine, vol 01, April 2015 ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP UKURAN FRAGMENTASI OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOBSITE ADARO KALIMANTAN SELATAN Munawir1, Andi Ilham Samanlangi2, Anshariah1 1. Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia 2. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Pejuang Republik Indonesia SARI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui geometri peledakan yang diterapkan di lapangan dan membandingkan dengan geometri secara teoritis menurut (Ash, R.L., 1963) dan (Konya, C.J., 1995) serta mengetahui ukuran fragmentasi overburden yang dihasilkan di PT. Pamapersada Nusantara Jobsite Adaro, Kalimantan Selatan. Pada penelitian ini digunakan metode Kuz-Ram untuk memperkirakan ukuran fragmentasi secara teoritis, sedangkan untuk mengukur fragmentasi aktual digunakan metode photographic dengan bantuan program split- desktop. Geometri peledakan yang diterapkan di lapangan adalah burden 8 m, spasi 9 m, stemming 5,5 m, subdrilling 0,5 m dan kedalaman lubang ledak maksimal 11,5 m untuk bahan peledak ANFO, sedangkan untuk bahan peledak emulsi burden 9 m, spasi 10 m, stemming 5,5 m, subdrilling 0,5 m, dan kedalaman lubang ledak maksimal 11,5 m. Prediksi ukuran fragmentasi dengan metode Kuz–Ram menunjukkan bahwa rancangan peledakan yang diterapkan di lapangan akan menghasilkan ukuran fragmentasi yang lebih besar dari 1 meter rata-rata 14,5 % untuk peledakan yang pada daerah high wall, sedangkan untuk daerah low wall akan menghasilkan fragmentasi yang lebih dari 1 meter sebesar rata-rata 6,6% setiap peledakannya. Sedangkan hasil perhitungan fragmentasi aktual dengan split desktop ditemukan bahwa ukuran fragmentasi ±90% lebih kecil dari 75 cm. Kata Kunci: Geometri Peledakan, Overburden, Fragmentation, Kuz-Ram, Split Desktop. ABSTRACT The purpose of this research was to know the blasting geometry that was applied in the company and compared with theoritical geometry calculations according to (Ash, R.L., 1963) and (Konya, C.J., 1995) and to know the resulting size of overburden fragmentation. In this research was used Kuz-Ram method to estimate fragmentation size theoretically, while to measure the actual fragmentation was used photographic methods with the help of splitdesktop program. Blasting geometry that was applied in the company are burden 8 m, spacing 9 m, stemming 5.5 m, subdrilling 0.5 m and maximum hole depth is 11.5 m for the ANFO explosives, while the use of emulsion explosives are burden 9 m, spacing 10 m, stemming 5.5 m, subdrilling 0.5 m, and maximum hole depth is 11.5 m. The predicted of fragmentation size by Kuz-Ram method shows that the design of blasting that was applied in the company will result the fragmentation size greater than 1 meter on average 14.5% for the blasting in the high wall area, while for the low wall area will result the fragmentation size greater than 1 meter on average 6.6% each blasting. While the calculation results of the actual fragmentation size using split desktop found that the fragmentation size of the blasting are ± 90% smaller than 75 cm. Keywords: Blasting Geometry, Overburden, Fragmentation, Kuz-Ram, Split Desktop. 9 Jurnal Geomine, vol 01, April 2015 PENDAHULUAN Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui geometri peledakan yang Salah satu kegiatan penambangan diterapkan di lapangan dan membandingkan adalah pengupasan lapisan tanah penutup dengan perhitungan geometri secara teoritis yang berupa batuan. Cara pemberaiannya menurut (Ash, R.L., 1963) dan (Konya., C.J., dapat dilakukan secara mekanik (langsung 1995); memprediksi ukuran fragmentasi digali) untuk material lunak seperti batuan material overburden hasil peledakan lemah dan pemberaian secara kimiawi yaitu menggunakan metode Kuz-Ram; mengukur berupa kegiatan pengeboran dan peledakan ukuran fragmentasi material overburden untuk membongkar material yang keras. hasil peledakan menggunakan software split Jenis lapisan tanah penutup yang keras serta desktop; dan menganalisis faktor-faktor yang jumlah produksi yang besar pada PT. menyebabkan perbedaan ukuran fragmentasi Pamapersada Nusantara menyebabkan material overburden antara teori dengan pengeboran dan peledakan merupakan aktual. metode yang dominan dalam penggalian

Recently converted files (publicly available):