• Document: KRITERIA KAWASAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2010 PENETAPAN FUNGSI KAWASAN Tiga kriteria konservasi bagi perlindungan jenis dan komunitas: Kekhasan Perlindungan, Pengawetan & Pemanfa...
  • Size: 431.04 KB
  • Uploaded: 2019-04-16 04:03:29
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KRITERIA KAWASAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2010 PENETAPAN FUNGSI KAWASAN  Tiga kriteria konservasi bagi perlindungan jenis dan komunitas: – Kekhasan Perlindungan, Pengawetan & Pemanfaatan – Keterancaman (UU No. 5/1990) – Kegunaan  Beberapa pendekatan yang digunakan : – Pendekatan jenis / spesies – Pendekatan komunitas dan ekosistem – Pendekatan kawasan dan manusia  Penilaian kawasan konservasi berdasar Pedoman Penetapan Kriteria Baku KKL yang dikeluarkan Ditjen PHPA (1995) : – Keterwakilan - Keaslian dan kealamian – Keunikan - Kelangkaan – Laju kepunahan - Keutuhan ekosistem – Keutuhan sumberdaya - Luasan kawasan – Keindahan alam - Kenyamanan – Kemudahan pencapaian - Nilai sejarah – Kehendak politik - Aspirasi masyarakat KRITERIA UMUM PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI Kriteria dalam memilih calon lokasi konservasi: 1. Kriteria Ekologi, 2. Kriteria Sosial, 3. Kriteria Ekonomi, 4. Kriteria Regional, 5. Kriteria Pragmatik. Kriteria Ekologi 1. Keanekaragaman, varietas atau kekayaan (richness) ekosistem, habitat, komunitas dan spesies. 2. Alamiah, yaitu ketidakadaan gangguan atau perusakan. 3. Ketergantungan, yaitu tingkatan yang mana suatu spesies tergantung pada daerah yang ditempati, atau tingkatan yang mana suatu ekosistem tergantung pada proses ekologis yang terjadi di daerah tersebut. 4. Perwakilan (Representativeness), tingkatan yang mana suatu daerah mewakili suatu tipe habitat, proses ekologis, komunitas biologis, kondisi fisiografis atau karakteristik alam lainnya. 5. Keunikan, sebagai contoh adalah habitat dari spesies langka yang terdapat hanya di satu daerah. Kriteria Ekologi (Lanjutan..) 6. lntegritas, yaitu tingkatan yang mana suatu daerah merupakan suatu unit yang berfungsi atau efektif, mampu melestarikan ekologis sendiri. 7. Produktivitas, yaitu tingkatan yang mana proses produksi di dalam area menyumbangkan keuntungan-keuntungan kepada spesies atau manusia. 8. Kerentanan (Vulnerability), yaitu kerentanan daerah terhadap kerusakan oleh peristiwa alam atau aktivitas manusia. Kriteria Sosial 1. Penerimaan masyarakat, yaitu tingkat dukungan masyarakat lokal. 2. Kesehatan masyarakat, yaitu tingkat kebersihan kawasan konservasi laut dari pencemaran atau penyakit pada manusia. 3. Rekreasi, yaitu tingkatan yang mana area bisa digunakan untuk rekreasi oleh masyarakat sekitar. 4. Budaya, yaitu nilai-nilai agama, sejarah, artistik atau nilai- nilai lainnya di lokasi. 5. Estetika, yaitu panorama laut, daratan, atau lainnya. 6. Konflik kepentingan, daerah lindung akan memengaruhi kegiatan masyarakat lokal. Kriteria Sosial (Lanjutan..) 7. Penyelamatan, yaitu terkait pada tingkat kebahayaan terhadap manusia dari arus deras, ombak, rintangan/halangan dari dasar laut, gelombang dan bahaya- bahaya lain. 8. Kemudahan, kemudahan yang dimaksud di sini adalah kemudahan lokasi untuk dijangkau baik melalui darat maupun laut oleh para pengunjung, mahasiswa, peneliti dan nelayan. 9. Penelitian dan pendidikan, terkait dengan kualitas pemanfaatan, yaitu area yang mempunyai berbagai sifat ekologis dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan praktek kerja lapangan. Kriteria Sosial (Lanjutan..) 8. Kesadaran masyarakat, yaitu tingkatan yang terkait pada pemantauan, penelitian, pendidikan atau pelatihan di dalam area, yang dapat memberikan pengetahuan dan apresiasi nilai lingkungan dan tujuan konservasi. 9. Konflik dan kesesuaian, yaitu tingkatan yang terkait dengan manfaat area dalam membantu memecahkan konflik antara nilai-nilai sumberdaya dan aktivitas-aktivitas manusia, atau tingkatan yang sesuai atau cocok di antara keduanya. 10.Petunjuk (Benchmark), tingkatan yang mana area dapat dijadikan sebagai "lokasi kontrol" untuk penelitian ilmiah. Kriteria Ekonomi 1. Kepentingan untuk spesies, tingkatan yang terkait pada nilai penting spesies-spesies komersial tertentu yang ada di suatu area. 2. Kepentingan untuk perikanan, tergantung pada jumlah nelayan dan ukuran hasil perikanan. 3. Ancaman alam, yaitu perubahan lingkungan yang mengancam nilai secara keseluruhan bagi manusia. 4. Keuntungan ekonomi, upaya perlindungan akan mempengaruhi ekonomi lokal jangka panjang. 5. Pariwisata, yaitu nilai potensi daerah yang ada saat ini untuk pengembangan pariwisata. Kriteria Regional 1. Pengaruh wilayah, tingkatan yang mana daerah mewakili sifatsifat suatu wilayah, baik kondisi alam, proses ekologis atau lokasi budaya. 2. Pengaruh subwilayah, tingkatan yang mana suatu daerah mengisi gap dalam jaringan daerah-daerah lindung dari perspektif subwilayah. Kriteria Pragmatik 1. Urgensi, yaitu tingkatan dimana suatu tindakan harus segera dilakukan, nilai yang kurang penting pada suatu area harus di- transfer atau dibuang. 2. Ukuran, yang mana dan berapa macam habitat harus dimasukkan ke dalam daerah perlindungan. 3. T

Recently converted files (publicly available):