• Document: MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING
  • Size: 494.11 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 03:59:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Journal Industrial Servicess Vol. 3 No. 1b Oktober 2017 ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEMPE \MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Kusumawati, Aulia† Jurusan Teknik Industri Universitas Serang Raya Jl Jalan Raya Serang, Cilegon KM. 5 Taman Drangong Serang, Banten 42116 E-mail: aulia07@gmail.com Setiawan, Agung Dwi Jurusan Teknik Industri Universitas Serang Raya Jl Jalan Raya Serang, Cilegon KM. 5 Taman Drangong Serang, Banten 42116 ABSTRAK Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi Tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 6,45 kg. Kebanyakan produksi tempe yang ada belum memiliki perencanaan bahan baku yang berakibat kekurangan pasokan atau persediaa yang berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan permintaan di masa mendatang dan melakukan persediaan bahan baku menggunakan Material Requirement Planning (MRP). Metode dalam penelitian ini menggunakan Single Moving Average (SMA), Single Exponential Smoothing (SES) dan Regresi Linier dalam melakukan peramalan dan metode MRP dengan Lot Sizing yaitu Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Hasil penelitian yang didapatkan dari perbandingan metode peramalan permintaan tempe diperiode kedepannya ialah metode Single Moving Average (5 bulan) dengan nilai standart error yang terkecil dengan nilai MAPE= 6, MAD=1731, MSD=3499000. Penggunaan Lot Sizing POQ memilki total biaya persediaan paling kecil sebesar Rp. 85.281,- dibandingkan dengan perhitungan LFL dan EOQ yang mampu meminimalisasikan biaya persediaan sebesar 41%. Kata Kunci: Material Requirement Planning; Permintaan dan Persediaan † Corresponding Author 168 Journal Industrial Servicess Vol. 3 No. 1b Oktober 2017 1. PENDAHULUAN Dari hasil penelitian (Anggriana, 2015) Setelah Indonesia merupakan negara produsen tempe membandingkan ketiga metode ini dihasilkan data terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar bahwa dengan metode peramalan Exponential di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Smoothing menghasilkan nilai error (MAPE) paling Indonesia dijadikan untuk memproduksi tempe, 40% kecil yaitu 43 %. Sedangkan untuk perencanaan tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti materal menggunakan 3 metode MRP Lot for Lot, tauco, kecap, dan lainlain). Konsumsi tempe rata-rata Economic Order Quantity dan Period Order per orang per tahun di Indonesia saat ini diperkirakan Quantity. Hasil perbandingan dari ketiga metode mencapai sekitar 6,45 kg. Umumnya, masyarakat tersebut menghasilkan bahwa dengan metode MRP Indonesia mengkonsumsi tempe sebagai panganan Period Order Quantity memerlukan biaya yang pendamping nasi. Dalam perkembangannya, tempe paling efisien, yaitu sebesar Rp 64.973.500,-. diolah dan disajikan sebagai aneka panganan siap saji Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan yang diproses dan dijual dalam kemasan. Kripik bahan baku Tempe dan melakukan perhitungan tempe, misalnya, adalah salah satu contoh panganan kebutuhan bahan baku Tempe serta memilih metode populer dari tempe yang banyak dijual di pasar (BSN, pengendalian persediaan dengan metode Material 2012). Requirement Planning (MRP) atau perencanaan Sebuah pengrajin tempe yang merupakan kebutuhan material. anggota Primkopti sering dihadapkan suatu permasalahan didalam pengendalian produksi, yaitu 2. METODE PENELITIAN sistem pengendalian persediaan bahan baku tempe Penelitian ini dilakukan pada pengrajin tempe di yang tidak terstruktur, sehingga dapat mengakibatkan daerah Serang. Pengumpulan data dilaksanakan terhentinya suatu proses produksi, mengakibatkan dengan cara pengumpulan data teoritis dan data biaya-biaya persediaan meningkat dan resiko historis. Data teroritis berupa teori mengenai kerusakan-kerusakan bahan baku. Metode yang manajemen persediaan, peramalan dan MRP. Data digunakan oleh pengrajin saat ini hanya sebatas

Recently converted files (publicly available):