• Document: BAB 1 RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN
  • Size: 1.27 MB
  • Uploaded: 2019-05-16 15:29:41
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Studi Master Plan Pelabuhan Bungkutoko di Kendari Laporan Akhir BAB 1 RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN A. KONSEP PENATAAN FASILITAS PELABUHAN Konsep penataan diperlukan sebagai arahan dalam merencanakan besaran, tipe dan penempatan fasilitas pelabuhan. Sekaligus merupakan kondisi yang harus dipenuhi serta menjadi tolok ukur sasaran yang harus dicapai dengan penyediaan fasilitas pelabuhan. Skenario pengembangan adalah bahwa dengan menselaraskan program pemerintah daerah kota Kendari, dan propinsi Sulawesi Tenggara yang tertuang dalam RTRW Kota Kendari dan Propinsi Sulawesi Tenggara. Rencana pengembangan menurut RTRW tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menurut RTRW Kota Kendari, Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi laut adalah: a. pengembangan pelabuhan terpadu barang dan penumpang skala nasional di Kelurahan Bungkutoko; b. pengembangan Pelabuhan Kendari dengan fungsi pelabuhan pengumpul melayani pergerakan lokal dan antar pulau di sekitar Kota Kendari; 2. Rencana program utama periode 2011-2015 menurut RTRW Propinsi Sulawesi Tenggara adalah: a. Pembangunan Pelabuhan Kontainer Bungkutoko sebagai pelabuhan pengumpul b. Pengembangan Pelabuhan Laut Nusantara Kendari sebagai pelabuhan pengumpul dan atau pelabuhan nasional. Dengan mempertimbangkan kebutuhan akan lahan yang sudah sangat mendesak saat ini dan keselarasan program pemerintah daerah, maka skenario pengembangan pelabuhan Kendari adalah sebagai berikut: • Pelabuhan Bungkutoko akan berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul mengalihkan seluruh aktivitas yang ada di pelabuhan Nusantara Kendari saat ini yang terdiri atas beberapa terminal yakni: terminal petikemas, terminal barang umum (general cargo), terminal curah, dan terminal penumpang. Dengan dibangunnya jembatan Bahtera Mas pada tahun 2014, maka seluruh aktivitas kapal-kapal besar yang ada di pelabuhan Nusantara harus segera beralih ke pelabuhan Bungkutoko khususnya kapal-kapal petikemas, dan general cargo berbobot lebih dari 2000 DWT dikarenakan tinggi bebas dibawah jembatan akan menghalangi kapal-kapal tersebut. Rencana Pengembangan I-1 Studi Master Plan Pelabuhan Bungkutoko di Kendari Laporan Akhir Hal serupa sudah terjadi diantaranya adalah pada pelabuhan Samarinda dimana seluruh aktifitas harus beralih ke pelabuhan Palaran(lokasi lebih ke hilir) terutama dengan dibangunnya jembatan Mahkota Dua yang melintas sungai Mahakam dan memotong alur pelayaran yang ada. Tinggi bebas yang tersedia hanya mencapai 25m di atas muka air tertinggi. (kurang lebih hal serupa juga akan terjadi di Kendari). • Pelabuhan Nusantara Kendari yang ada saat ini diarahkan sebagai pelabuhan pengumpul melayani pergerakan lokal dan antar pulau di sekitar Kendari. 1. Penempatan Fasilitas Pelabuhan a. Dengan pertimbangan kedalaman perairan – 8 m LWS berada sekitar 250 m dari daratan maka dipilih konstruksi causeway dan trestle sebagai jembatan penghubung antara area darat dengan dermaga. b. Hauling distance berkaitan erat dengan waktu tempuh pengangkutan, dari dermaga ke gudang atau lapangan penumpukan dan sebaliknya. Oleh karena itu untuk memperpendek hauling distance maka letak gudang, lapangan penumpukan dan peti kemas diusahakan mendekati dermaga. c. Fasilitas bagi kegiatan lain yang tidak berhubungan langsung dengan kapal, seperti perkantoran, fasilitas umum, bangunan utilitas, garasi, perbengkelan dll, ditempatkan lebih ke arah darat. 2. Terminal Peti Kemas a. Terminal Peti Kemas harus mempunyai ruang penumpukan yang cukup, sehingga tidak ada Peti Kemas yang ditumpuk di luar lapangan. b. Terminal Peti Kemas dibuat terpisah dari kegiatan cargo lainnya. c. Terminal Peti Kemas mempunyai akses langsung ke jalan raya. d. Hanya trailer dan peralatan bongkar muat peti kemas yang boleh berada di lapangan penumpukan/dermaga peti kemas. 3. Terminal General Cargo a. Lapangan penumpukan bagi general cargo harus mempunyai luasan yang cukup. b. Akses menuju Terminal General Cargo harus terpisah dengan peti kemas. 4. Terminal Penumpang Arus penumpang yang berangkat baik untuk Kapal Pelni maupun Non Pelni harus melalui Terminal Penumpang untuk pemeriksaan Rencana Pengembangan I-2 Studi Master Plan Pelabuhan Bungkutoko di Kendari Laporan Akhir tiket, barang bawaan dsb. Sedangkan penumpang kedatangan dalam negeri dapat langsung diarahkan keluar.

Recently converted files (publicly available):