• Document: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Materi Kuliah IDENTITAS NASIONAL. Modul 4. Oleh : Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH
  • Size: 273.78 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:44:00
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH/08124446335 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Materi Kuliah IDENTITAS NASIONAL Modul 4 Oleh : Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH 27 Modul Pendidikan Kewaganegaraan Bab 3 Identitas Nasional Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH/08124446335 1. Tujuan Pembelajaran Umum Mahasiswa diharapkan mampu menemukenali karakteristik identitas nasional, sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilang identitas nasional Indonesia. 2. Tujuan pembelajaran Khusus Mahasiswa diharapkan mampu: Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional 3. Pembahasan Situasi dan kondisi masyarakat kita dewasa ini menghadapkan kita pada suatu keprihatinan dan sekaligus juga mengundang kita untuk ikut bertanggung jawab atas mosaik Indonesia yang retak bukan sebagai ukiran melainkan membelah dan meretas jahitan busana tanah air, tercabik-cabik dalam kerusakan yang menghilangkan keindahannya. Untaian kata-kata dalam pengantar sebagaimana tersebut merupakan tamsilan bahwasannya Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antar bangsa, kini sedang mengalami tidak saja krisis identitas melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan pada tahun 1998. (Koento W, 2005) Kata identitas berasal dari bahasa Inggris Identity yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam term antropologi identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas 28 Modul Pendidikan Kewaganegaraan Bab 3 Identitas Nasional Rohdearni Tetty Yulietty Munthe, SH/08124446335 pada individu semata tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Sedangkan kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan. Himpunan kelompok-kelompok inilah yang kemudian disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang pada akhirnya melahirkan tindakan kelompok (colective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan- pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme. Unsur-Unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa. 1) Suku Bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. 2) Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama- agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara namun sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan. 3) Kebudayaan, adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. 4) Bahasa: merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas 29

Recently converted files (publicly available):