• Document: PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA BUBUK KULIT MANGGIS (Garcinia Mangostana L.)
  • Size: 209.64 KB
  • Uploaded: 2018-12-08 19:18:54
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGERINGAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA BUBUK KULIT MANGGIS (Garcinia Mangostana L.) Effect Of Temperature And Drying Time On Antioxidant Activity In Mangosteen Rind Powder (Garcinia Mangostana L.) Susinggih Wijana1, Sucipto1, Lia Meika Sari2, 1StaffPengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian-Fakultas Teknologi Pertanian-Universitas Brawijaya 2Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian-Fakultas Teknologi Pertanian-Universitas Brawijaya Jl. Veteran-Malang 65145 *email: liameikasari99@gmail.com ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan bubuk kulit manggis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah suhu pengeringan 60, 75, dan 90 oC. Faktor 2 adalah waktu pengeringan 4, 6, dan 8 jam. Perlakuan diulang 3 kali. Uji fisik dan kimia meliputi rendemen, kadar air, dan aktivitas antioksidan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisa sidik ragam ANOVA. Apabila hasil analisis berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Pemilihan perlakuan terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air, dan aktivitas antioksidan. Bubuk kulit buah manggis perlakuan terbaik adalah pengeringan dengan suhu 75oC dan waktu 4 jam. Rerata nilai IC50 perlakuan terbaik 40,692 ppm, rendemen 33,46%, dan kadar air 6,95%. Kata Kunci : Aktivitas Antioksidan, Bubuk Kulit Manggis, Suhu, Waktu ABSTRACT The aims of research was to determine the effect of temperature and drying time on antioxidant activity of powdered mangosteen rind. This study uses a Randomized Block Design with two factor. The first factor is drying temperature 60,75, and 90oC. The second factor is drying time 4,6, and 8 hours. Combination of treatment repeated three times. Physical and chemical test includes of yield, water content and antioxidant activity. The data obtained were tested using ANOVA. If the result of analysis showed significantly different, continued with test of Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Selection of the best treatment based on the highest antioxidant activity. The results showed that temperature and drying time significantly affect yield, water content, and antioxidant activity mangosteen rind powder. Powder mangosteen rind best treatment based on temperature 75oC and drying time of 4 hours. The mean value IC50 best treatment 40.692 ppm, yield 33.46%, and water content 6.95%. Keywords: Antioxidant Activity, Mangosteen Rind Powder, Temperature, Time PENDAHULUAN periode 2011-2012 cukup tinggi, yaitu Manggis (Garcinia mangostana L.) mencapai 61,82%. Pada tahun 2011 produksi merupakan salah satu komoditas buah manggis sebesar 117.595 ton dan hortikultura Indonesia yang menjadi fokus meningkat pada tahun 2012 menjadi 190.294 peningkatan produksi oleh Kementerian ton. Banyuwangi merupakan sentra Pertanian. Hal ini dapat dilihat dari ekspor produksi buah manggis terbesar di Jawa buah-buahan Indonesia yang salah satunya Timur. didominasi oleh komoditas buah manggis. Manggis merupakan salah satu buah Pada tahun 2012, kontribusi nilai ekspor unik yang memiliki keunggulan pada manggis terhadap total ekspor 26 jenis buah- kulitnya. Di dalam kulit buah manggis buahan nasional adalah sebesar 9,64 % terkandung nutrisi, seperti karbohidrat (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2013). (85,50%), protein (3,02%), dan lemak (6,45%). Menurut data Badan Pusat Statistik (2013), Selain itu, kulit buah manggis juga laju peningkatan produksi manggis pada mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan diantaranya antosianin hilang atau rusaknya komponen flavor serta 5,7– 6,2mg/g, sedangkan xanton dan terjadi pengendapan pada saat bubuk turunannya 0,7-34,9 mg/g (Permana, 2010). dilarutkan dalam air. Karena itu kombinasi Menurut Weecharangsan et al. (2006), suhu dan waktu pengeringan diharapkan ekstrak kulit buah manggis mempunyai mampu menghasilkan produk bubuk kulit potensi menangkap radikal bebas. Selain itu, buah manggis dengan aktivitas antioksidan kulit buah manggis juga memiliki manfaat yang tinggi. sebagai antikanker, pengobatan penyakit jantung, antiinflamasi, antibakteri dan anti- BAHAN DAN METODE aging. Bahan Bua

Recently converted files (publicly available):