• Document: PERILAKU PETUGAS KEBERSIHAN RUMAH SAKTT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI RS. NIRMALA SURI SUKOHARJO
  • Size: 7.4 MB
  • Uploaded: 2019-05-18 02:22:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PERILAKU PETUGAS KEBERSIHAN RUMAH SAKTT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI RS. NIRMALA SURI SUKOHARJO B og o e s lYi dj ana r k o *,5 ul is tiy a n i* *, Rina H u d ay an i* * * ABSTRACT THE BEHAVIOUR OF THE HOSPITAL'S CLEANING STATFS IN THE MANAGEMENT OT WASTE NIRMALA SURI HOSPITAL SUKOHARJO The existence of the waste in hospital will cause negative effect to the hospital staffs and the people around the hospital if it is not good to manage waste. The success of the management of waste is detarmined of the many factors, one of them is the behaviour of the cleaning staffs. The aim of this research is to know the characteristic of the cleaning staffs , knowledge, attitude and practice in the management of waste in Nirmala Suri Hospital Sukoharjo. Qualitative method is used in this methode of research and subject of research is all cleaning staffs of Nirmala Suri hospital as many as 12 persons. The tehnique of collecting data by Focus Group Discussion (FGD) and indepth interview. The data analysis is content analysis. The result of the research has shown that the characteristics of the cleaning staffs based on age, education and work span are various. The youngest age of the staffis 2l andthe oldest one is 50. The lower education is Elementary School and the highest one is Diploma III. The average of work span of the cleaning staffs is six years. The knowledge of the staffs about the management of the waste from the process of pilling to the final process is good enough. The attitude of the staffs in the management of the waste is positive. In doing the management of the waste, the cleaning staffs refer to the fixed procedure. However, in doing the job, the cleaning staffs sometimes do not do it as written on the fixed procedure. Key words : Cleaning staffs, waste management, hospital. Kata kunci : Petugas Kebersihan, Pengelolaan Sampah, Rumah Sakit. *staf pengajar FKM LINDIP, **staf pengajar Akper Bhakti Mulia Sukoharjo PENDAHULUAN Upaya pengelolaan sampah Rumah Sakit bernrjuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari sampah. Hal ini dikarenakan sampah Rumah Sakit dapat dianggap sebagai mata rantai penyebaran penyakit menular. Sampah bisa menjadi tempat tertimbunnya organisme penyakit, menjadi sarang ' Uttp ://l u rna!. unj_m us.aa H 2 serangga dan tikus. Disamping itu di dalam sampah Rumah Sakit juga mengandung berbagai bahan kimia beracun dan benda-benda tajarn yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan cidera (Depkes, 2002). Sampah Rumah Sakit dapat mengandung potensi bahaya yang besar karena dapat bersifat infeksius, toxic, dan atau radioaktif. Masalah pengelolaan sampah Rumah Sakit yang kurang baik dan kurang mendapatkan perhatian serius ini juga diperkuat oleh hasil studi Badan Litbangkes Depkes rahun 1990 tentang pengelolaan sampah di 7 (tujuh) Rumah Sakit di Jakarta menunjukkan hasil bahwa dari 7 (tujuh) Rumah Sakit yang diteliti ada 4 (empat) Rumah Sakit yang telah memisahkan antara sampah medis dan non medis, sampah medis umumnya dikubur. Tiga Rumah Sakit masih membuang jarum suntik bekas ke tempat sampah umum. Tiga Rumah Sakit tidak memperlakukan/mengelola sampah radioaktif sesuai dengan persyaratan dan dari tujuh Rumah Sakit yang diteliti hanya dua Rumah Sakit yang memiliki incinerator tetapi keduanya rusak (Bapedal, 1994). Jumlah sampah yang dihasilkan Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo setiap hari berlainan, sesuai dengan jumlah pengguna dan kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan data dari bagian sanitasi Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo, setiap harinya Rumah Sakit Nirrnala Suri Sukoharjo menghasilkan sampah non medis sebesar + 4 m3 dan sampah medis sebesar t 1,75 m3. Keberhasilan pengelolaan sampah Rumah Sakit ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah petugas pelaksana. Di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo, petugas yang melaksanakan penanganan sampah adalah pegawai Rumah Sakit bagian kebersihan, yang bertanggung jawab kepada seorang koordinator kebersihan. Pelaksanaan kegiatan pengawasan pengelolaan sampah Rumah Sakit dilakukan oleh seorang tenaga Sanitasi Rumah Sakit (Sanitarian). Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah oleh petugas kebersihan dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor dalam diri petugas itu sendiri maupun faktor dari luar diri petugas. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang perilaku petugas kebersihan dalam pengelolaan sampah Rumah Sakit di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petugas kebersihan dalam pengelolaan samp

Recently converted files (publicly available):