• Document: BAB III TEORI DASAR 3.1 Jenis-Jenis Longsoran Ada beberapa jenis longsoran yang umum dijumpai pada massa batuan di tambang terbuka, yaitu : Longsoran Bidang (Plane Failure) Longsoran Baji ...
  • Size: 1.77 MB
  • Uploaded: 2019-07-20 02:21:07
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB III TEORI DASAR 3.1 Jenis-Jenis Longsoran Ada beberapa jenis longsoran yang umum dijumpai pada massa batuan di tambang terbuka, yaitu : • Longsoran Bidang (Plane Failure) • Longsoran Baji (Wedge Failure) • Longsoran Guling (Toppling Failure) • Longsoran Busur (Circular Failure) 3.1.1 Longsoran Bidang (Plane Failure) Longsoran jenis ini (Gambar 3.1) akan terjadi jika kondisi di bawah ini terpenuhi : a. Jurus (strike) bidang luncur mendekati pararel terhadap jurus bidang permukaan lereng (perbedaan maksimum 200). b. Kemiringan bidang luncur (ψp) harus lebih kecil daripada kemiringan bidang permukaan lereng (ψf). c. Kemiringan bidang luncur (ψp) lebih besar daripada sudut geser dalam (φ). d. Terdapat bidang bebas yang merupakan batas lateral dari massa batuan atau tanah yang longsor. Gambar 3.1 Longsoran Bidang (Hoek & Bray, 1981) 15 3.1.2 Longsoran Baji (Wedge Failure) Longsoran baji terjadi bila terdapat dua bidang lemah atau lebih berpotongan sedemikian rupa sehingga membentuk baji terhadap lereng (Gambar 3.2). Longsoran baji ini dapat dibedakan menjadi dua tipe longsoran yaitu longsoran tunggal (single sliding) dan longsoran ganda (double sliding). Untuk longsoran tunggal, luncuran terjadi pada salah satu bidang, sedangkan untuk longsoran ganda luncuran terjadi pada perpotongan kedua bidang. Longsoran baji tersebut akan terjadi bila memenuhi syarat sebagai berikut : a. Kemiringan lereng lebih besar daripada kemiringan garis potong kedua bidang lemah (ψfi > ψi). b. Sudut garis potong kedua bidang lemah lebih besar daripada sudut geser dalamnya (ψfi > φ). Gambar 3.2 Longsoran Baji (Hoek & Bray, 1981) 3.1.3 Longsoran Guling (Toppling Failure) Longsoran guling umumnya terjadi pada lereng yang terjal dan pada batuan yang keras di mana struktur bidang lemahnya berbentuk kolom (Gambar 3.3). Longsoran jenis ini terjadi apabila bidang-bidang lemah yang ada berlawanan dengan kemiringan lereng. 16 Longsoran guling pada blok fleksibel terjadi jika : a. β > 900 + φ – α, di mana β = kemiringan bidang lemah, φ = sudut geser dalam dan α = kemiringan lereng. b. Perbedaan maksimal jurus (strike) dari kekar (joint) dengan jurus lereng (slope) adalah 300. Gambar 3.3 Longsoran Guling (Hoek & Bray, 1981) 3.1.4 Longsoran Busur (Circular Failure) Longsoran busur umumnya terjadi pada material yang bersifat lepas (loose material) seperti material tanah. Sesuai dengan namanya, bidang longsorannya berbentuk busur (Gambar 3.4). Batuan hancur yang terdapat pada suatu daerah penimbunan dengan dimensi besar akan cenderung longsor dalam bentuk busur lingkaran (Hoek & Bray, 1981). Pada longsoran busur yang terjadi pada daerah timbunan, biasanya faktor struktur geologi tidak terlalu berpengaruh pada kestabilan lereng timbunan. Pada umumnya, kestabilan lereng timbunan bergantung pada karakteristik material, dimensi lereng serta kondisi air tanah yang ada serta faktor luar yang mempengaruhi kestabilan lereng pada lereng timbunan. 17 Gambar 3.4 Longsoran Busur (Hoek & Bray, 1981) 3.2 Konsep Massa Batuan, Struktur Batuan dan Bidang Diskontinu 3.2.1 Massa Batuan Massa batuan merupakan volume batuan yang terdiri dari material batuan berupa mineral, tekstur dan komposisi dan juga terdiri dari bidang-bidang diskontinu, menbentuk suatu material dan saling berhubungan dengan semua elemen sebagai suatu kesatuan. Kekuatan massa batuan sangat dipengaruhi oleh frekuensi bidang-bidang diskontinu yang terbentuk, oleh sebab itu massa batuan akan mempunyai kekuatan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan batuan utuh. Menurut Hoek & Bray (1981), massa batuan adalah batuan insitu yang dijadikan diskontinu oleh sistem struktur seperti joint, sesar dan bidang perlapisan. Konsep pembentukan massa batuan dituliskan oleh Palmstorm (2001) dalam sebuah tulisan yang berjudul Measurement and Characterization of Rock Mass Jointing yaitu seperti

Recently converted files (publicly available):