• Document: BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR
  • Size: 1008.24 KB
  • Uploaded: 2019-06-13 14:34:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa Analisa Dan Perbaikan Perhitungan Perancangan Gambar Teknik Perhitungan Permesinan Proses Produksi Perakitan Pengujian TIDAK Beroperasi YA Penyusunan Laporan Selesai Gambar 3.1 Diagram alir proses perancangan 21 22 3.2 Desain Mesin Peniris Minyak Pada Kacang Sebelum membuat sebuah alat, dalam hal ini mesin peniris minyak pada kacang terlebih dahulu memikirkan manfaat dan tujuan yang menjadi dasar untuk merancang, setelah itu membuat sketsa dan mendesain dengan solidwork. 2 1 3 8 4 5 7 6 Keterangan: 1. Tabung cover 2. Tabung putar 3. Rangka 4. Bearing 5. Poros 6. Pulley 7. V-belt 8. Motor listrik Gambar 3.2 Mesin peniris minyak pada kacang 23 3.3 Peralatan Produksi Alat-alat yang digunakan dalam mengerjakan proyek akhir adalah mesin las, mesin bor, mesin gerinda potong, mesin gerinda, alat ukur (jangka sorong, mistar), penyiku, penitik, palu, kikir, kunci-kunci (ring, pas). 1. Mesin las. Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. Mesin las listrik yang digunakan las listrik DC. Mesin las listrik ditunjukan pada gambar 3.3. Gambar 3.3 Las listrik 2. Mesin bor. Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan), sedangkan pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut bor. Mesin bor ditunjukan pada gambar 3.4. 24 Gambar 3.4 Mesin Bor 3. Mesin Gerinda. Mesin gerinda merupakan proses menghaluskan permukaan yang digunakan pada tahap finishing dengan daerah toleransi yang sangat kecil sehingga mesin ini harus memiliki konstruksi yang sangat kokoh. Mesin Gerinda ditunjukan pada gambar 3.5 dan 3.6. Gambar 3.5 Mesin gerinda potong 25 Gambar 3.6 Mesin gerinda tangan 4. Palu. Palu adalah alat yang di gunakan untuk membuka atau memasang part dengan cara dipukul. Bahan standar palu biasanya baja keras, namun ada pulapalu yang dibuat dari bahan lain misalnya plastik, karet, dan bahan lainnya. Palu ditunjukan pada gambar 3.7. Gambar 3.7 Palu 5. Alat ukur (jangka sorong dan mistar) a. Jangka sorong. Jangka sorong adalah alat ukur untuk mengukur panjang, tebal, kedalaman lubang dan diameter suatu benda dengan batas ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong mempunyai dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Skala nonius ini panjangnya 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong dapat dilihat pada gambar 3.8. 26 Gambar 3.8 Jangka sorong b. Mistar. Mistar memiliki skala terkec

Recently converted files (publicly available):