• Document: KAJIAN PENGGUNAAN HDM-4 UNTUK SISTEM PENGELOLAAN PERKERASAN JALAN DI INDONESIA
  • Size: 355.33 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 10:22:08
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KAJIAN PENGGUNAAN HDM-4 UNTUK SISTEM PENGELOLAAN PERKERASAN JALAN DI INDONESIA M. Tranggono Program Doktor Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan Jalan Merdeka 30 Bandung Tlp. 022-7834365 tranggono@pusjatan.pu.go.id Abstract Indonesia has been developed Integrated Indonesian Road Management System (IIRMS) since 1990’s as a tool for the management of the national road network. As the development of technology and the needs of the Pavement Management System (PMS) getting complicated and dynamic, IIRMS is left behind and, therefore, should be developed or should be replaced with another system. This study carried out to provide recommendations regarding use of PMS the better. The results show that HDM-4 (Highway Development and Management, 4th generation) can be fully used, for all of its applications and not only adopting several parts of the model, as used today. IIRMS, HDM-4 can be used together as a hybrid system for the PMS in Indonesia. HDM-4 is used as the main support for an investment decision and IIRMS is used as supporting for reporting. Keywords: HDM-4, IIRMS, pavement management system Abstrak Indonesia telah mengembangkan Integrated Indonesian Road Management System (IIRMS) sejak tahun 1990-an sebagai alat bantu pengelolaan jaringan jalan nasional. Dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan Sistem Manajemen Jalan (SMJ) yang semakin kompleks dan dinamis, IIRMS sudah ketinggalan dan harus dilakukan pengembangan lebih lanjut atau digantikan dengan sistem lain. Kajian ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi tentang penggunaan SMJ yang lebih baik. Hasil kajian menunjukkan bahwa HDM-4 (Highway Development and Management, generasi ke-4) dapat digunakan sebagai alternatif pengelolaan perkerasan jalan di Indonesia. Penggunaan HDM-4 bukan hanya sekedar mengadopsi beberapa model, seperti yang dilakukan saat ini, melainkan memanfaatkannya sepenuhnya program aplikasi HDM-4 tersebut. IIRMS, HDM-4 dapat digunakan bersama-sama sebagai hybrid system sebagai SMJ di Indonesia. HDM-4 digunakan sebagai pendukung utama pengambil keputusan investasi jalan, sedangkan IIRMS digunakan sebagai pendukung untuk penyampaian laporan. Kata-katakunci: HDM-4, IIRMS, sistem manajemen jalan PENDAHULUAN Sesuai dengan yang diamanatkan pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, penyelenggara jalan mempunyai tugas untuk melakukan pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan sesuai dengan kewenangannya masing- masing. Khususnya untuk penyelenggaraan jalan nasional, Ditjen Bina Marga telah bertahun-tahun melaksanakan tugas tersebut dengan menggunakan Sistem Manajemen Jalan (SMJ), yaitu Sistem Manajemen Jalan Terpadu Indonesia (Integrated Indonesian Jurnal Transportasi Vol. 13 No. 2 Agustus 2013: 135-144 135 Road Management System, IIRMS). Namun sekarang sistem tersebut sudah ketinggalan dan harus dilakukan pengembangan. Saat ini IIRMS telah mencapai suatu titik persimpangan teknis apakah perlu dikembangkan lebih lanjut atau digantikan dengan sistem lain. Terkait dengan kebutuhan pengembangan IIRMS, perlu dikaji kembali SMJ yang cocok dengan kondisi sekarang dan kondisi mendatang di Indonesia. Salah satu alternatif yang dapat direkomendasikan adalah dengan menggunakan perangkat lunak Highway Development and Management (HDM-4), yang mempunyai pendekatan yang sistematis, digunakan sebagai alat bantu pengambil keputusan dalam pengelolaan investasi jalan di Indonesia. HDM-4 telah dikembangkan oleh Word Bank lebih dari dua dekade dan banyak digunakan di berbagai negara serta dapat menjawab tuntutan global di sektor jalan yang semakin kompleks. Penggunaan HDM-4 sudah terbukti handal untuk sistem pengelolaan jalan. Untuk itu, program aplikasi HDM-4 perlu dieksplorasi lebih lanjut sebagai kajian awal untuk kemungkinan digunakan di Indonesia, sebagai alternatif untuk menggantikan IIRMS. Kajian yang dilakukan tersebut terbatas pada kegiatan dibelakang meja dan dilakukan dengan menggunakan literatur yang terkait dengan HDM-4. Kajian tersebut meliputi menguraikan lebih lanjut mengenai HDM-4 yang diperoleh berdasarkan literatur yang ada, membandingkan manfaat serta kekurangan HDM-4 dengan IIRMS, dan melihat kesesuaian HDM-4 dengan fungsi SMJ yang dilakukan untuk pengelolaan jalan pada umumnya. Hasil pembahasan tersebut diharapkan akan menjawab tuntutan perkembangan kebutuhan SMJ di Indonesia. Agar jalan dapat berfungsi dengan baik, perlu dilakukan pengelolaan jalan dengan baik dan benarserta memperlakukan jalan tersebut sebagai suatu aset. Pengelolaan jalan dilakukan dengan mempertahankan dan meningkatkan jaringan jalan sehingga dapat digunakan sepanjang tahun secara efisien, a

Recently converted files (publicly available):