• Document: Perbandingan Kinerja Protocol Routing Open Shortest Path First (OSPF) dan Routing Information Protocol (RIP) Menggunakan Simulator Cisco Packet Tracer
  • Size: 977.57 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 14:54:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-ISSN: 2548-964X Vol. 2, No. 8, Agustus 2018, hlm. 2442-2448 http://j-ptiik.ub.ac.id Perbandingan Kinerja Protocol Routing Open Shortest Path First (OSPF) dan Routing Information Protocol (RIP) Menggunakan Simulator Cisco Packet Tracer Wahyu Sasongko Jati1, Heru Nurwasito2, Mahendra Data3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1sasongkowahyu@hotmail.com, 2heru@ub.ac.id, 3mahendra.data@ub.ac.id Abstrak Routing merupakan hal yang sangat penting untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain disebuah network yang berbeda. Algoritma routing mempengaruhi proses pengiriman sebuah paket dan juga jaringan yang ada pada routing tersebut. Dalam sebuah topologi jaringan untuk mengirimkan data digunakan berbagai protokol routing. OSPF dengan algoritma link-state dan RIP yang menggunakan algoritma distance vector termasuk protokol routing yang sering digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kinerja dari protokol routing OSPF dan RIP pada jaringan LAN. Dengan membandingkan dan menganalisa waktu tempuh yang dibutuhkan protokol routing tersebut dalam mengirimkan sejumlah paket data yang berbeda, kita dapat mengetahui protokol routing mana yang tercepat pada topologi yang telah didesain. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa protokol routing OSPF lebih cepat dalam melakukan pengiriman paket data dengan melihat hasil dari waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mengirimkan sejumlah paket data yang ditentukan. Kata kunci: Routing, OSPF, RIP, Topologi, Cisco Packet Tracer Abstract Routing is very important for the process of taking a packet from a device and sending it through the network to another device on a different network. The routing algorithm affects the sending process of a packet and also the network that exists on the routing. In a network topology to transmit data is used a variety of routing protocols. OSPF with link-state algorithms and RIP using distance vector algorithms is the most of popular used routing protocols. This study was conducted to compare the performance of the OSPF and RIP routing protocols on LAN networks. By comparing and analyzing the required travel time of the routing protocol in sending a number of different data packets, we can know which routing protocol is the fastest on topology that has been designed. From the results of the study can be concluded that the OSPF routing protocol faster in the delivery of data packets by looking at the results of the travel time required to deliver a specified number of data packets. Keywords: Routing, OSPF, RIP, Topologi, Cisco Packet Tracer tersebut, baik secara statis maupun dinamis 1. PENDAHULUAN routing harus didesain secara efisien Semakin besar suatu jaringan maka (PENGARUH MODEL JARINGAN manajemen jaringan akan menjadi kompleks dan TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN rumit, sehingga diperlukan manajemen jaringan SHORTEST PATH FIRST (OSPF), 2011). Saat dan proses routing yang tepat untuk menentukan menggunakan statis routing dilakukan secara jalur tercepat dan terdekat untuk mengirimkan manual dengna cara entry oleh administrator, pesan tersebut sampai ketujuan. Proses pemilihan sedangkan dinamis routing penentuan route route dari komputer asal ke komputer tujuan inilah dilakukan secara otomatis sesuai informasi ip yang disebut routing. Dalam perutean tersebut network yang diterima router. Routing Information terdapat protokol routing bertujuan untuk Protocol (RIP) dan Open Shortest Path First mengatur router dalam melakukan proses routing (OSPF) merupakan routing yang bersifat dinamis. Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya 2442 Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer 2443 protokol berjenis Interior Gateway Protocol (IGP) pengiriman sejumlah paket data yang telah yang bersifat terbuka, dengan kata lain siapapun, disesuaikan agar mendapatkan hasil yang perangkat manapun,diamanapun dapat kompatibel diinginkan. dan di implementasikan. Dengan menggunakan konsep hirarki routing, yaitu membagi-bagi jaringan 2. ROUTING menjadi beberapa tingkatan diwujudkan dengan Routing adalah proses menentukan rute dari menggunakan sistem pengelompokan area, host asal ke host tujuan. Routing merupakan penyebaran informasinya menjadi lebih

Recently converted files (publicly available):