• Document: MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B
  • Size: 2.07 MB
  • Uploaded: 2019-05-16 10:05:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Diaeka, Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Kelompok B Anak Kelompok Aa MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B Dia Eka Cahyani Sri Setyowati PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Jalan Teratai No.4 Surabaya (60136). Email: (dia.ekacahyani@gmail.com) (trinilbrow@hotmail.com) Abstract: The aim of this study was to determine the increase the ability in children through play role at a group of children in kindergarten RA An-Nur Plus Greyol Sidorejo Jetis Mojokerto Regency. The method used is classroom action research (PTK) diskripstif qualitative nature. Subjects in this study were a group of children in RA An-Nur Plus Greyol Sidorejo Jetis Mojokerto. Results of recent research shows that the percentage increase in the first cycle and second cycle respectively - at 61,5% and, 85,3%. Keywords : Play a role, The ability to speak Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara pada anak melalui metode bermain peran pada anak kelompok B di RA An-Nur Plus Greyol Sidorejo Jetis Mojokerto. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat diskripstif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di RA An-Nur Plus Greyol Sidorejo Jetis Mojokerto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase peningkatan pada siklus I dan siklus II masing – masing sebesar 61,5% dan 85,3% Kata kunci : Kemampuan berbicara, Metode bermain peran Anak merupakan sosok manusia kecil dilakukan melalui pemberian yang penuh kepolosan, unik rangsangan pendidikan untuk mengagumkan dan menggemaskan. membantu pertumbuhan dan Dimana dibalik kepolosan dan tingkah perkembangan jasmani dan rohani agar unik mereka sesungguhnya tersimpan anak memiliki kesiapan dalam sejuta potensi yang masih harus memasuki pendidikan lebih lebih lanjut. dikembangkan melalui proses Dalam perkembangan bahasa pendidikan. Dan proses pendidikan terdapat beberapa keterampilan- yang tepat bagi mereka adalah proses keterampilan yang harus dikembangkan pendidikan anak usia dini. Pendidikan yaitu mendengar, menyimak, berbicara, Anak Usia Dini sesuai dengan Undang- membaca, menulis, dan apresiasi, undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sedangkan dalam penelitian ini yang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 menjadi fokus penelitian adalah angka 14 menyatakan bahwa kemampuan anak dalam berbicara. Penididikan Anak Usia Dini (PAUD) Untuk meningkatkan kemampuan adalah suatu upaya pembinaan yang berbicara anak pada kelompok B ditujukan kepada anak sejak lahir Roudlotul Athfal An-Nur Plus, guru sampai dengan usia enam tahun yang menggunakan metode bercerita dengan 1 Diaeka, Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Bermain Peran 2 Pada Anak Kelompok B A media ala kadarnya yang membuat anak (2013: 7.17) mengartikan bahwa menjadi pasif, sehingga pada tahap Berbicara adalah ekspresi oral dari inilah setelah hampir satu semester bahasa. Bicara dan bahasa merupakan dilaksanakan dalam beberapa kali dua istilah yang berbeda walaupun pertemuan ternyata belum dapat memiliki hubungan yang erat dalam mengembangkan kemampuan berbicara proses komunikasi. Bicara dapat hadir anak dengan maksimal, sehingga dalam tanpa bahasa, contohnya adalah burung kurun waktu hampir 1 semester ini, 50 beo yang di ajar bahasa % anak dari keseluruhan jumlah anak manusia.Mereka dapat bicara, tetapi kelompok B yaitu 21 anak yaitu sekitar tidak memiliki bahasa (dalam arti 10 anak yang perkembangan bahasa manusia) karena mereka tidak kemampuan bicaranya masih belum mengerti arti dan penggunaan bahasa berkembang secara maksimal. dalam bicara mereka. Berbicara merupakan salah satu Bahasa juga dapat hadir tanpa keterampilan berbahasa yang harus bicara, contohnya adalah orang bisu dan dicapai anak dalam mengikuti tuli, mereka tetap memiliki bahasa pendidikan anak usia dini, dalam walupun tidak dapat berbicara, cara kehidupan sehari-hari, seseorang lebih mereka m

Recently converted files (publicly available):