• Document: UJI KESESUAIAN EMPAT ISOLAT TRICHODERMA SPP. DAN DAYA HAMBAT IN VITRO TERHADAP BEBERAPA PATOGEN TANAMAN
  • Size: 218.89 KB
  • Uploaded: 2018-10-12 13:00:03
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

J. HPT Tropika. ISSN 1411-7525 Soesanto et al. Vol. 13, No. 2: 117–123, September 2013 Uji Kesesuaian Empat Isolat Trichoderma spp. 117 UJI KESESUAIAN EMPAT ISOLAT TRICHODERMA SPP. DAN DAYA HAMBAT IN VITRO TERHADAP BEBERAPA PATOGEN TANAMAN Loekas Soesanto1, Endang Mugiastuti1, Ruth Feti Rahayuniati1, & Ratna Stia Dewi2 1 Fakultas Pertanian dan 2Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Suparno, Karangwangkal, Purwokerto 53123 E-mail: lukassus26@gmail.com ABSTRACT Compatibility test of four Trichoderma spp. Isolates and in vitro inhibition ability on several plant pathogens. In vitro descriptive compatibility research was carried out to know the compatibility among Trichoderma spp. isolates and their inhibition ability toward several plant pathogens. Four Trichoderma spp. isolates used were ginger, shallot, banana, and pineapple isolates; while the pathogens used were pathogenic fungi (Fusarium, Colletotrichum, Phytophthora, and Sclerotium), bacteria (Ralstonia), and nematode (Meloidogyne dan Globodera). Observation was done toward inhibition zone between Trichoderma spp. isolates, colony radial growth, mycelial dry weight, and nematode mortality. Result of the research indicated that the four Trichoderma spp. isolates were compatible and no growth inhibition was observed. The inhibition ability of all Trichoderma spp. isolates varied and the ginger isolate had the highest inhibition ability and mortality on all fungal species and the nematodes, while on the pathogenic bacteria there was no inhibition. Key words: compatibility, inhibition ability, plant pathogens, Trichoderma spp. isolates ABSTRAK Uji kesesuaian empat isolat Trichoderma spp. dan daya hambat in vitro terhadap beberapa patogen tanaman. Penelitian deskripsi in vitro dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antar-isolat Trichoderma spp. dan uji daya hambatnya terhadap beberapa patogen tanaman. Empat isolat Trichoderma spp. digunakan, yaitu isolat jahe, bawang merah, pisang, dan nenas; sedangkan patogen tanaman yang digunakan antara lain dari kelompok jamur (Fusarium, Colletotrichum, Phytophthora, dan Sclerotium), bakteri (Ralstonia), dan nematoda (Meloidogyne dan Globodera) patogen. Pengamatan dilakukan terhadap ada tidaknya zona hambatan antar-isolat Trichoderma sp., pertumbuhan jejari koloni, dan berat kering miselium untuk jamur patogen serta tingkat mortalitas untuk nematoda patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isolat Trichoderma spp. yang digunakan mempunyai kesesuaian, tidak terdapat penghambatan pertumbuhan. Daya hambat keempat isolat Trichoderma spp. beragam dan isolat jahe mempunyai daya hambat dan mortalitas tertinggi terhadap semua spesies jamur dan nematoda patogen, sedangkan bakteri patogen tidak ada penghambatan. Kata kunci: daya hambat, isolat Trichoderma spp., kesesuaian, patogen tanaman PENDAHULUAN pengendalian patogen tanaman yang menjanjikan karena murah, mudah didapat, dan aman terhadap lingkungan. Patogen tanaman banyak menjadi masalah Trichoderma sp. merupakan salah satu agensia penting di dalam budidaya tanaman, karena dapat pengendali hayati yang telah banyak digunakan untuk menurunkan produksi tanaman (Champoiseau et al., mengendalikan mikroba patogen tanaman (Elad et al., 2009). Banyak usaha telah dilakukan untuk 1982; Sharon et al., 2001; Soesanto et al., 2005). mengendalikan patogen tanaman, baik dengan Eksplorasi agensia pengendali hayati selain Trichoderma penggunaan tanaman tahan maupun pestisida sintetis. spp. telah banyak dilakukan, dan pada umumnya Akan tetapi, tanaman tahan terhadap patogen tanaman ditemukan banyak mikroba dari kelompok jamur jarang tersedia, sedangkan pestisida sintetis jika (Soesanto et al., 2011a). Penggunaannya secara tunggal digunakan dengan tidak bijaksana akan banyak atau gabungan telah juga diteliti, dan umumnya menimbulkan masalah, baik terhadap lingkungan, produk penggunaan secara gabungan lebih efektif dibandingkan tanaman, maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu, secara tunggal (Kloepper et al., 1997; Raupach & agensia pengendali hayati merupakan salah satu pilihan Kloepper, 1998; Soesanto, 2000). 118 J. HPT Tropika Vol. 13, No. 2, 2013: 117–123 Jamur antagonis T. harzianum isolat jahe dapat 100 mg streptomisin sulfat (Sigma) (Papavizas, 1967) digabung dengan serbuk da

Recently converted files (publicly available):