• Document: PETROLEUM SYSTEM Source rock adalah batuan yang membentuk minyak bumi dan gas alam
  • Size: 2.43 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 07:42:23
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PETROLEUM SYSTEM Minyak bumi dan gas alam telah lama digunakan sebagai sumber energi. Sampai saat ini pun sebagian besar kebutuhan energi kita masih ditopang oleh minyak dan gas, terlepas dari segala kekurangan dan keterbatasan serta ketersediaannya. Lalu bagaimana minyak dan gas bisa terbentuk ? Awalnya, minyak dan gas akan dihasilkan pada source rock. Source rock adalah batuan yang membentuk minyak bumi dan gas alam. Source rock ini berperan seolah-olah sebagai ‘dapur’ penghasil hidrokarbon. Source rock terbentuk dari hasil pengendapan senyawa- senyawa organik selama ratusan juta tahun. Senyawa organik yang mengendap tersebut akan terkonversi menjadi minyak dan gas karena perubahan temperatur dan tekanan yang disebut proses maturation. Temperatur dan tekanan di lapisan bawah permukaan bumi semakin lama semakin tinggi hingga menghasilkan minyak dan gas. Secara sederhana, setiap kedalaman 100 meter di bawah permukaan bumi suhu akan meningkat 3oC. Ketika suhu lapisan bawah permukaan berada antara 80-130oC akan mulai terbentuk minyak. Jika suhunya terus meningkat berada di kisaran 130-180oC maka akan terbentuk gas. Perbedaan utama antara minyak dan gas adalah struktur molekul dan fasenya. Minyak merupakan unsur hidrokarbon antara C5-C20 dan berada dalam wujud cair sedangkan gas terdiri dari unsur hidrokarbon C1-C4 dan berfase gas. Senyawa hidrokarbon yang dihasilkan akan mengalir naik ke atas secara vertikal maupun lateral melewati pori-pori (karena densitasnya lebih ringan dari air) yang prosesnya dinamakan migration. Minyak dan gas akan tersimpan pada batuan berpori (reservoir). Reservoir dapat berupa batuan klastik, karbonat, atau batuan semipermeabel yang mengandung shale gas atau CBM. Reservoir yang baik memiliki ciri utama mempunyai porositas dan permeabilitas yang tinggi. Porositas adalah presentase volume ruang-ruang kosong yang ada pada batuan sedangkan permeabilitas adalah kemampuan batuan dalam mengalirkan fluida naik ke atas. Dengan adanya ruang-ruang kosong pada batuan, akan terdapat lebih banyak ruang untuk menyimpan minyak dan gas. Di Indonesia, jenis dari batuan sedimen yang banyak menjadi reservoir minyak dan gas adalah limestone (batu kapur) dan sandstone (batu pasir). Limestone adalah batuan sedimen yang sebagian besar tersusun atas kalsium karbonat (CaCO 3). Ciri utama dari limestone adalah berwarna putih keabu-abuan, agak lunak, dan jika ditetesi asam akan membentuk gas karbon dioksida. Gambar 1. Batuan Limestone Limestone biasanya terbentuk di perairan dangkal, tenang, dan hangat. Lingkungan tersebut mampu membuat cangkang dan rangka dari organisme yang sudah mati akan menumpuk sebagai sedimen dan membentuk kalsium karbonat. Pembentukan limestone tersebut merupakan pembentukan organik (biologis). Beberapa limestone dapat juga terbentuk langsung dari pengendapan kalsium karbonat dari air laut. Proses ini berlangsung secara kimia. Dalam kaitannya dengan dunia migas, batuan limestone sangat disukai karena mempunyai sifat yang sangat porous dan permeable. Sedangkan sandstone adalah batuan sedimen yang terbuat dari mineral pasir atau batuan kecil. Batu pasir kebanyakan terdiri dari kuarsa (SiO 2) dan feldspar, karena kedua mineral ini adalah yang paling banyak ada di kerak bumi. Formasi batuan yang terdiri dari sandstone biasanya memungkinkan menjadi penyaring air karena strukturnya cukup berpori dan mampu menyimpan cairan dalam jumlah yang besar. Gambar 2. Batuan Sandstone Sumber hidrokarbon tersebut tidak terus menerus mengalir karena akan terjebak pada suatu daerah yang dinamakan trap. Trap yang terbentuk untuk menjebak minyak dan gas dapat berupa trap struktural, stratigrafi, maupun fault. - Trap Struktural Adalah trap yang menjebak minyak dan gas secara struktur yang terbentuk. Contohnya adalah anticline yang merupakan trap berbentuk cekungan kubah (huruf U terbalik) - Trap Stratigrafi Adalah trap yang menjebak minyak dan gas karena perbedaan lapisan batuan. Lapisan batuan berubah dari reservoir baik (permeabilitas dan porositas tinggi) ke reservoir buruk (permeabilitas dan porositasnya rendah). - Fault Merupakan trap jenis lain yang merupakan patahan atau lapisan batuan yang terputus dan bergeser dari posisi semula ke atas, bawah, atau samping. Gambar 3. Jenis-Jenis Trap Akumulasi karena adanya trap akan dijaga oleh seal. Seal adalah lapisan batuan impermeable yang menahan dan menjaga aliran dari fluida hidrokarbon. Kebalikan dari reservoir, seal yang baik harus bersifat impermeable agar dapat menahan minyak dan gas yang sudah terakumulasi. Contoh dari seal adalah batuan igneous (batuan beku). Source rock, migration, reservoir, trap dan seal yang sudah dijelaskan diatas merupakan indikator adanya minyak dan gas atau sering disebut sebagai petroleum system. Gambar 4. Petroleum Syst

Recently converted files (publicly available):