• Document: STUDI PARAMETER PERENCANAAN STONE COLUMN UNTUK PERBAIKAN BEARING CAPACITY DAN SETTLEMENT PADA TANAH LEMPUNG
  • Size: 509.09 KB
  • Uploaded: 2019-04-17 01:34:36
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

STUDI PARAMETER PERENCANAAN STONE COLUMN UNTUK PERBAIKAN BEARING CAPACITY DAN SETTLEMENT PADA TANAH LEMPUNG Study Parameters Design Stone Column For Improving Bearing Capacity and Settlement on Clay Soil Immanuel Hepma Sihol Mardame Sihombing - 15008083 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Bandung email: hepmaimmanuel@yahoo.co.id ABSTRAK : Stone column merupakan salah satu metode perbaikan tanah baik pada tanah lempung maupun tanah berpasir. Pada tanah lempung, penggunaan stone column dapat meningkatkan dan memperbaiki masalah daya dukung tanah dan penurunan yang terjadi. Dalam tugas akhir ini, ditinjau kemampuan daya dukung dan penrunan yang terjadi pada tanah lempung yang akan menerima beban tanah timbunan. Studi parameter ini ingin melihat bagaimana hubungan dari masing-masing parameter yang diperhitungkan dalam perhitungan perencanaan stone column dengan metode FHWA terhadap peningkatan kapasitas daya dukung serta penurnan yang terjadi. Sehingga dapat melakukan estimasi cepat dalam perencanaan stone column pada tanah lempung. Kata Kunci: Stone Column, Tanah Timbunan, Lempung, Daya Dukung, Penurunan PENDAHULUAN Dengan perbaikan menggunakan teknik stone Salah satu metode yang dapat digunakan dalam column ini, diharapkan tanah lempung dapat perbaikan tanah adalah Stone Column atau Kolom menghasilkan kapasitas daya dukung besar sehingga Batu. Metode perbaikan tanah ini pertama kali beban timbunan yang bekerja menjadi lebih besar, dikembangkan di Eropa pada tahun 1930an di sehingga konsolidasi yang terjadi menjadi lebih cepat Prancis dan mulai berkembang pesat pada akhir karena stone column sendiri juga dapat menjadi tahun 1950an. Metode ini biasanya digunakan unuk drainase tambahan untuk mengeluarkan air pori. perbaikan tanah kohesif lunak untuk menaikkan daya Selain itu dengan stone column diharpkan pula dukung tanah dan untuk mengurangi settlements atau penurunan yang terjadi akibat beban timbunan penurunan tanah yang akan terjadi. Teknik perbaikan tersebut menjadi lebih kecil/berkurang. tanah dengan menggunakan stone column ini sangat Tugas akhir ini akan membahas hubungan baik untuk digunakan pada struktur yang memiliki parameter-parameter pada tanah lempung, stone area yang luas seperti tanki penyimpanan minyak, column, beban tanah timbunan terhadap perbaikan timbunan, dan struktur lain yang mungkin memiki daya dukung yang dapat diberikan tanah serta penurunan yang besar. penurunan yang akan terjadi. Dengan perhitungan Dalam konstruksi, timbunan tanah merupakan perencanaan stone column menggunakan metode salah satu metode penyesuaian elevasi permukaan FHWA (Federal Highway Administration Office of tanah, namun mengakibatkan terjadinya penurunan Engineering and Highway Operations Research and (konsolidasi) pada tanah lempung. Oleh karena itu Development Washington, D.C.) pada tanah lempung proses konsolidasi ini menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan karena TEORI PERENCANAAN STONE COLUMN membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini terjadi dikarenakan daya dukung tanah terhadap  Tipe dan Pola Pemasangan Stone Column beban timbunan sangat rendah, sehingga beban Ada 2 tipe pemasangan stone column, yaitu timbunan yang diberikan pada tanah dilakukan fixed type dan floating type. Untuk studi secara bertahap dan sebagian. parameter ini, tipe pemasangan yang digunakan adalah fixe type, dimana pemasangan stone 1 column diasumsikan sampai mencapai tanah dan kekakuan (stiffness) dari stone column lebih yang cukup keras. Selain itu, untuk pola besar dibandingkan dengan kekuatan dan pemasangan stone column yang digunakan kekakuan (stiffness) tanah yang diperkuatnya, adalah pola segitiga sama sisi. sehingga tegangan yang diterima oleh tanah yang diperkuat akan lebih kecil dari tegangan yang diterima oleh tanah keseluruhan. Berdasarkan metode FHWA, dan pengalaman di lapangan, Besarnya faktor penumpukan tegangan berkisar antara 2-5, sehingga pada tugas akhir ini diasumsikan n

Recently converted files (publicly available):