• Document: ANALISA PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG NANING KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
  • Size: 458.6 KB
  • Uploaded: 2019-04-15 14:46:55
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JURNAL HUTAN LESTARI (2016) Vol. 4 (4) : 520 - 526 ANALISA PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG NANING KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT (Analysis The Changes Land Cover in The Area of Gunung Naning Protected Forest in Sekadau Regency of West Kalimantan) Rio M Fauzi, Joko Nugroho R, Ratna Herawatiningsih Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Jalan Imam Bonjol Pontianak 78124 E-mail : Ryo.fauzi90@gmail.com ABSTRACT Land cover in very important in maintaining the ecological, economic, social, cultural balance as well as science and technology in aregion. Ia an effort to provide necessary data and information, that is fast, complete, valid and actual, it can be done using remote sensing technology and Geographical Information Systems using more than one source image data with different time series.the purpose of this research is to: reveal the condition and land cover changes between 2002 and 2013. The method used in this research was supervised classification with Maximum likelihood and visual, field inspections and spatial analysis with an overlay technique on both the result data interceptions of Citra Satelit Landsat 7 ETM + coverage of 2002 and 2013. The result showed that the area of Gunung Naning Protected Forest in 2002 and 2013 had four classes of land cover namely Primary Dryland Forest Mixed-shrub Agricultural dryland, Shrublands, and Settlements. The result of the analysis of changes in land cover as follows: the Primary Dryland Forest decreased in surface area of 1283.08 ha or 4.85%, Mixed- shrub Agricultural dryland had an increased area of 783.02 ha or by 22.76%, Shrubland had the addition of an 4.64 ha or by 16.78%. The land cover in 2013 was dominated by Primary Dryland Forest i.e of ± 25,150.46 ha or ± 60.88 %while the land cover in the form of settlement has the smallest area i.e, of ± 32.29 ha or ± 0.08%. Keyword : Citra Landsat 7 ETM+, Gunung Naning Protected Forest, Land Cover, West Kalimantan PENDAHULUAN memiliki nilai sangat penting secara sosial, Hutan merupakan suatu kesatuan ekonomi, budaya, maupun ilmu hidup alam hayati yang kompleks, rumit pengetahuan dan teknologi bagi bangsa dan sangat berkaitan satu dengan yang Indonesia bahkan dunia. Dengan demikian lainnya. Apabila salah satu komponen kondisi penutupan lahan memiliki arti yang hutan tersebut mengalami kerusakan, maka sangat penting dalam menjaga akan berdampak pada komponen lainnya, keseimbangan ekologi, ekonomi, sosial, sehingga perlu dipertahankan budaya serta ilmu pengetahuan dan keberadaannya. Selain itu hutan juga teknologi pada suatu wilayah. merupakan sumber daya alam yang 520 JURNAL HUTAN LESTARI (2016) Vol. 4 (4) : 520 - 526 Pulau Kalimantan merupakan pulau ke dalam kelas-kelas penutupan yang terluas ketiga di dunia setelah Pulau sesuai dengan kebutuhannya (Badan Greenland dan Pulau Irian Jaya. Pada tahun Planologi Kehutanan, 2004). Penelitian ini 1968, 77 % dari luas wilayah Kalimantan bertujuan untuk mengetahui kondisi merupakan hutan dengan berbagai tipe penutupan lahan pada Kawasan Hutan ekosistem, atau sekitar 34% dari luas hutan Lindung Gunung Naning yang berada di di Indonesia, namun pada tahun 1984, dari wilayah Kabupaten Sekadau Provinsi hasil interpretasi citra satelit dan foto udara, Kalimantan Barat tahun 2002 dan tahun liputan hutan berkurang menjadi 73% 2013 serta mengetahui perubahan selanjutnya pada tahun 1990 luas hutan penutupan lahan yang terjadi pada Kalimantan hanya tinggal 63% ini Kawasan Hutan Lindung Gunung Naning menunjukan bahwa selama kurun waktu 21 yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau tahun, hutan Kalimantan hilang seluas 7 Provinsi Kalimantan Barat dalam kurun juta hektar (McKinnon, 1996). waktu 11 tahun terakhir, antara tahun 2002 Penutupan lahan (land Cover) dan tahun 2013. merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung sistem kehidupan pada METODELOGI PENELITIAN suatu kawasan, semakin baik jenis Penelitian ini dilaksanakan melalui penutupan lahan atau vegetasi hutannya empat tahap yaitu pengolahan awal citra maka dapat diasumsikan bahwa kawasan (Pre-image processing), penafsiran tersebut memiliki nilai keanekaragaman (Interpretasi) citra, verifikasi data hasil hayati yang tinggi. Perubahan penutupan penafsiran (Groundcheck), pengolahan lahan, baik yang diakibatkan oleh aktifitas citra digital (Image processing) dan

Recently converted files (publicly available):