• Document: PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI
  • Size: 931.36 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 16:54:54
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH NILAI TAKSIRAN DAN PEMBIAYAAN GADAI SYARIAH (Rahn) TERHADAP JUMLAH PENDAPATAN SEWA (Ujrah) (Studi Kasus Pada PT.Bank BJB Syariah Laporan Triwulan Periode 2011-2014) AZHAR ASHERTA 123403249 azharasherta@gmail.com PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Nilai Taksiran, Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn) terhadap Jumlah Pendapatan Sewa (Ujrah) pada PT. Bank BJB Syariah dengan laporan keuangan triwulan periode 2011-2014. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis path dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien secara parsial serta f-statistik untuk menguji keberartian pengaruh secara bersama-sama. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan Nilai Taksiran dan Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Jumlah Pendapatan Sewa (Ujrah) pada PT. Bank BJB Syariah dengan laporan keuangan triwulan periode 2011-2014. Dan secara parsial Nilai Taksiran dan Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Jumlah Pendapatan Sewa (Ujrah). Perusahaan harus mampu meningkatkan pengelolaan jasa gadai syariah dengan efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan pendapatan yang diukur dengan tarif ijarah dan pemberian pembiayaan sesuai de ngan nilai taksiran yang telah disepakati. Kata Kunci: Nilai Taksiran, Pembiayaan Gadai Syariah (Rahn), Jumlah Pendapatan Sewa (Ujrah). ABSTRACT The purpose of this research is to the estimated value, syariah mortgage financing (rahn) toward income amount lease (ujrah) in PT. Bank BJB Syariah quarterly financial report period 2011-2014. This research method with used path analys and hypotesis test using t- statistic to examine partial coefficient and f-statistic to examine the mean of muttual effect. The research result that simultaneously the estimated value and syariah mortgage financing (rahn) have positively effect but no significant on income amount lease (ujrah) in PT. Bank BJB Syariah quarterly financial report period 2011-2014 and partially the estimated value and syariah mortgage (rahn) have positively effect but no significant on income amount lease (ujrah). Company must increase mortgage more syariah with effective and efficient so that increase be measured income correstponding with the estimated value that agreed. Keywods: The Estimated Value, Syariah Mortgage Finanching (Rahn), Income Amount Lease (Ujrah) PENDAHULUAN Dalam menjalankan usahanya, setiap bank baik bank konvensional atau bank syariah memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan setiap kegiatannya. Kegiatan penghimpunan dana oleh pihak bank merupakan kegiatan operasional dalam memperoleh dana dari masyarakat yang nantinya di gunakan sebagai penyediaan dana untuk keperluan penyaluran dana. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh bank syariah yaitu gadai (rahn) yang merupakan penyerahan barang (marhun) kepada pihak pemberi hutang yang di lakukan oleh orang-orang yang berhutang (rahin), sebagai jaminan atas hutangnya yang diterima. Praktik gadai telah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan beliau sendiri pernah melakukannya. Konsepnya yang jauh dari riba dan sesuai dengan syariat islam, membuat produk perbankan syariah menjadi pilihan umat Muslim di Indonesia yang berniat menjalankan agama secara kaffah. Gadai (rahn) merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan bank syariah, sebagai alternatif masyarakat untuk mendapatkan dana dari pihak bank syariah yang melakukan pembiayaan gadai. Gadai dalam istilah hukum Islam disebut dengan rahn (barang jaminan) yang merupakan sarana saling tolong menolong bagi umat Islam tanpa adanya imbalan jasa. Gadai merupakan suatu hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh orang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Pengelolaan pembiayaan di bank syariah tidak sekedar untuk menghindarkan bank dari risiko pembiayaan. Penyaluran pembiayaan juga harus dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan syariah. Pembiayaan yang disalurkan bank syariah diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan yang berkelanjutan dan senantiasa berada dalam kualitas pembiayaan yang kurang baik atau bahkan memburuk akan berdampak secara langsung pada penurunan pendapatan dan laba yang diperoleh bank syariah. Nilai taksiran tinggi yang diberikan oleh pihak bank, mampu mendorong keputusan nasabah menggunakan jasa gadai. Nasabah dapat merespon positif apabila nilai yang dihasilkan dari produk dan jasa mampu memenuhi manfaat bagi kebutuhannya. Bank syariah diharapkan mampu mengembangkan nilai tambah dari jasa gadai yang ditawarkan, sehingga pihak solusi tunai selaku lembaga keuangan bisa memberikan perbedaan (diferensiasi produk) dengan produk jasa gadai di lembaga keuangan lainnya.

Recently converted files (publicly available):