• Document: EKSTRAKSI SENYAWA AKTIF YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBAKTERI DARI KULTUR MIKROALGA Spirulina platensis
  • Size: 478.43 KB
  • Uploaded: 2019-03-14 13:51:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Makalah Pendamping: Kimia 179 Paralel C EKSTRAKSI SENYAWA AKTIF YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBAKTERI DARI KULTUR MIKROALGA Spirulina platensis Kusmiati dan Ni Wayan S. Agustini Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI Jl. Raya Bogor Km 46, Cibinong- Bogor 16911 Email : Kusmiati02@yahoo.com Abstrak Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antibakteri ekstrak diklorometan mikroalga Spirulina platensis. Mikroalga diekstraksi secara bertingkat menggunakan pelarut diklorometan dan menghasilkan tiga macam ekstrak yang berbeda yaitu ekstrak A, B dan C. Masing-masing ekstrak diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar. Pengujian dilakukan dengan empat macam konsentrasi larutan uji yaitu 12.000 ppm, 6.000 ppm, 3.000 ppm dan 1.500 ppm untuk melihat batas konsentrasi minimum larutan uji dalam menghambat bakteri. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak A, B dan C mempunyai aktivitas antibakteri. Zona hambat yang terbentuk dari masing-masing ekstrak menunjukkan peningkatan aktivitas antibakteri yang bervariasi. Ekstrak C dari Spirulina platensis mempunyai aktivitas antibakteri terbesar terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli dibandingkan dengan ekstrak A dan B. Pada bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis memiliki zona hambat lebih besar dibandingkan dengan bakteri Escherichia coli. Ekstrak A, B dan C mikroalga Spirulina platensis dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan alat GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif berpotensi antibakteri. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak A adalah fenol dan BHT. Pada ekstrak B terdiri dari senyawa fenol, heptadecane, asam palmitat, asam 1,2- benzendikarboksilat, asam heksadekanoat dan BHT. Pada ekstrak C terdiri dari senyawa BHA, fenol, asam 2- propanoat,. asam 1,2-benzendikarboksilat, BHT dan diklorofenil karbamat. Kata Kunci : Mikroalga Spirulina platensis, antibakteri, GC-MS PENDAHULUAN mikroalga telah banyak dilakukan, dan dari Salah satu mikroorganisme perairan sekian banyak antibiotika yang telah berhasil yang berpotensi dan memiliki nilai ekonomi ditemukan, hanya beberapa saja yang tidak yang cukup tinggi adalah mikroalga. Seiring toksik untuk dipakai dalam pengobatan. dengan berkembangnya penelitian di bidang Resistensi dari populasi kuman terhadap bioteknologi, pemanfaatan mikroalga berbagai jenis antibiotika menimbulkan diutamakan pada produk baru yang dimiliki banyak problem dalam pengobatan penyakit oleh mikroalga yang dapat dimanfaatkan dan infeksi. Oleh karena itu perlu dilakukan digunakan dalam bidang pangan, farmasi- pencarian senyawa antibakteri baru yang kedokteran, pertanian, industri, energi dan diharapkan berpotensi lebih baik dengan sebagainya. Hal tersebut didasarkan karena toksisitas yang lebih rendah. meningkatnya kebutuhan masyarakat akan Beberapa hasil penelitian melaporkan kesehatan, maka potensi alam ini perlu bahwa Spirulina selain digunakan sebagai diteliti. Salah satu jenis mikroalga potensial sumber pangan, juga memiliki kemampuan tersebut adalah Spirulina platensis sebagai antibakteri. Dilaporkan bahwa (Becker,1994, Anonym, 2006) senyawa yang bersifat sebagai antibakteri Spirulina dalam sistem taksonomi dalam Spirulina platensis termasuk ke dalam masuk ke dalam divisi cyanophyta, sel golongan sterol (Katircioglu et.all, 2007, berbentuk filamen, multiseluler dan hidup di Ozdemir, et. All. 2006) daerah alkalis dengan pH 8,6-10. Sel Penelitian ini bertujuan untuk mengeks- mikroalga ini memiliki sumber pangan yang trak senyawa aktif yang dihasilkan oleh sangat bermanfaat bagi manusia karena Spirulina platensis dan diuji potensinya seba- mengandung gizi yang tinggi seperti protein, gai senyawa antibakteri. Pengujian aktivitas karbohidrat, asam amino esensial, serat dan senyawa antibakteri dari ekstrak Spirulina lemak. Disamping itu, Spirulina juga platensis dilakukan terhadap bakteri indikator mengandung -karoten (provitamin A), asam Staphylococcus aureus , Bacillus subtilis dan lemak tidak jenuh seperti LA (Linolenic Acid), Escherichia coli dengan metode difusi (cara GLA (Gamma Linolenic Acid), EPA lubang). Pengukuran dilakukan terhadap (Eicosapentaeno

Recently converted files (publicly available):