• Document: Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan Pada PT. Taspen (Persero) Kcu Bandung
  • Size: 227.46 KB
  • Uploaded: 2019-06-14 04:24:17
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment - Diploma 3 (D3) Final Assignment of Accounting 2016-01-09 Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan Pada PT. Taspen (Persero) Kcu Bandung Jayakusumah, Indra STIE Ekuitas http://hdl.handle.net/123456789/75 Downloaded from STIE Ekuitas Repository BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Studi Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif, menyebabkan perubahan besar dalam persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia dan penanganan transaksi antara perusahaan dengan pelanggan ataupun antara perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perubahan-perubahan tersebut menuntut manajemen untuk berupaya menyiapkan, menyempurnakan serta mencari strategi baru agar perusahaan mampu diterima, bertahan dan berkembang dalam persaingan global untuk tetap dapat menghasilkan produk dan jasa bagi masyarakat. Dengan melakukan peningkatan kualitas produk, kualitas pelayanan, kualitas pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya serta bentuk peningkatan kualitas lainnya dapat menaikkan nilai perusahaan yang merupakan salah satu unsur penting untuk memenangkan persaingan serta mempertahankan keunggulan. Hal ini dapat memacu perusahaan untuk memperhatikan sedikitnya 2 hal penting, yaitu “keunggulan” dan “nilai”. Penilaian dan pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam perusahaan. Selain digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan perusahaan, pengukuran kinerja juga dapat digunakan sebagai dasar pemberian imbalan kerja dan untuk mengevaluasi periode yang lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam mengelola kinerja bisnis harus selalu melalui proses dan hasil yang 1 terukur karena tanpanya hanya akan menghasilkan kinerja bisnis yang tidak produktif. Pengukuran kinerja secara tradisional yang dilakukan selama ini dengan menitikberatkan pada sisi keuangan saja hanya mampu mengejar tujuan profitabilitas, yang artinya ketika manajer mampu membawa perusahaan pada tingkat keuntungan yang tinggi akan dinilai berhasil dan memperoleh imbalan yang baik dari perusahaan. Kinerja perusahaan yang semata-mata hanya berdasarkan sisi keuangan ini, akan dapat menyesatkan karena ukuran tersebut hanya ukuran jangka pendek dan mengabaikan going concern dari suatu entitas dan tidak memberikan gambaran yang riil mengenai keadaan perusahaan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka dibutuhkan sebuah model pengukuran kinerja yang tidak hanya mencakup keuangan tetapi juga non keuangan, seperti kepuasan pelanggan, produktivitas karyawan dan sebagainya. Maka dari itu metode dalam pengukuran kinerja yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard (BSC). Balanced Scorecard merupakan suatu alternatif dalam pengukuran kinerja, dengan memperhatikan hasil dari suatu proses atas bawah (top-down) yang berdasarkan visi dan misi menjadi sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan karena dapat menghasilkan perbaikan dan perubahan strategis yang dicapai dalam pengelolaan unit usaha perusahaan. Jika diterjemahkan Balanced Scorecard memiliki makna berimbang (Balanced) dan kartu skor (Scorecard). Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja karyawan diukur secara berimbang berdasarkan 2 aspek keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern. Sedangkan kartu skor merupakan kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang dan juga untuk mencatat skor yang ingin diwujudkan perusahaan. Dengan kelebihan menerjemahkan visi misi dan strategi perusahaan ke dalam tujuan-tujuan dan pengukuran yang lebih nyata untuk dapat dipahami dan dilakukan oleh karyawan sebagai pengendali arah dan mutu pelayanan agar visi yang ditetapkan dapat diwujudkan, Balanced Scorecard menjadi suatu sistem pengukuran kinerja yang dilaksanakan dengan merefleksikan aspek-aspek terpenting dalam suatu kegiatan bisnis. PT. TASPEN (Persero) Kantor Cabang Utama Bandung merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan satu dari 6 (enam) Kantor Cabang Utama PT. TASPEN (Persero) di indonesia yang ditugaskan untuk melaksanakan segala aktivitas dan kegiatan yang berkenaan dengen Program Asuransi (THT) dan Program Pensiun yang ditempatkan di bawah pengawasan TASPEN Pusat. Dalam melaksanakan aktivitas operasinya perusahaan berpedoman kepada Undang-undang dan Peraturan Pemerintah dan ditambah dengan peraturan direksi sebagai petunjuk pelaksanaan secara teknis untuk dapat memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat/peserta. Pengukuran kinerja yang dilakukan perusahaan telah menggunakan konsep Balanced Scorecard yang diterapkan pada transformasi strategi dalam tahapan program transformasi taspen yang tertuang dalam keput

Recently converted files (publicly available):