• Document: FIQIH MUAMALAH RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI DALAM ISLAM. Makalah ini disusun guna Memenuhi Tugas. Mata Kuliah Fiqih Mu amalah
  • Size: 423.31 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 07:29:00
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

FIQIH MUAMALAH RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI DALAM ISLAM Makalah ini disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fiqih Mu’amalah Dosen Pengampu : Imam Mustafa, S.H.I, M.S.I Disusun Oleh : Diah Ayu Wulandari : 1502100172 Kelas C PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARI’AH JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) JURAI SIWO METRO TP 2016/2017 RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI A. Pendahuluan Jual beli (bisnis) dimasyarakat merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap waktu oleh semua manusia. Tetapi jual beli yang benar menurut hukum Islam belum tentu semua orang muslim melaksanakannya. Bahkan ada pula yang tidak tahu sama sekali tentang ketentutanketentuan yang di tetapkan oleh hukum Islam dalam hal jual beli (bisnis). Jual beli merupakan transaksi yang dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli atas suatu barang dan jasa yang menjadi objek transaksi jual beli. Akad jual beli dapa diaplikasikan dalam pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah. Pembiayaan yang menggunakan akad jual beli dikembangkan di bank syariah dalam tiga jenis pembiayaan, yaitu pembiayaan murabahah, istishna, dan salam. Islam sebagai agama telah diyakini oleh umat manusia hampir separuh dari penduduk bumi, di mana mereka meyakini adanya Tuhan yang esa dengan mentauhidkan Allah swt. Sebagai Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakan serta tidak membutuhkan bantuan dari makhluknya dan dapat melakukan kekuasaannya tanpa adanya campur tangan dari yang selainNya. Oleh Karena itu, umat Islam kemudian melakukan ritual untuk menghambakan diri kepada Allah sebagai kewajiban spiritual agar dapat masuk kedalam golongan orang yang saleh. Di sisi lain Islam sebagai suatu norma moral, pada tatanan bermasyarakat dalam pranata sosial terkadang terlepas dari pola pikir dan pola tindak umatnya. Islam masih dianggap sebuah ajaran yang hanya mengajarkan dan bahkan memerintahkan umatnya untuk beribadah secara vertikal belaka, belum masuk ke dalam relung hati kaum muslimin untuk dilaksanakan secara kaffah dalam segala lini kehidupan, yang bukan hanya spiritual namun aktual sosial kemasyarakatan atau bermuamalah. B. Rukun Jual Beli Sebagai salah satu bentuk transaksi, dalam jurnal beli harus ada beberapa hal agar akadnya dianggap sah dan mengikat. Beberapa hal tersebut disebut sebagai rukun. Ulama Hanafiyah menegaskan bahwa rukun jual beli hanya satu, yaitu ijab. 2 Menurut mereka hal yang paling prinsip dalam jual beli adalah saling reela yang diwujudkan dengan kerelaan untuk saling memberikan barang. Maka jika telah terjadi ijab, di situ jual beli telang dianggap berlangsung. Tentunya dengan adanya ijab, pasti ditemukan hal-hal yang tekait dengannya,seperti para pihak yang berakad, objek jual beli dan nilai tukarnya.1 Pengertian rukun adalah sesuatu yang merupakan unsur pokok pada sesuatu, dan tidak terwujud jika ia tidak ada. Misalnya, penjual dan pembeli merupakan unsure yang harus ada dalam jual beli.2 Menurut Mazhab Hanafi rukun jual beli hanya ijab dan Kabul. Menurut ulama mazhab Hanafi yang menjadi rukun jual beli hanyalah kerelaan antara kedua belah pihak untuk berjual beli. Ada dua indicator yang menunjukkan kerelaan dari kedua belah pihak, yaitu dalam bentuk perkataan (ijāb dan qabūl) dan dalam bentuk perbuatan, yaitu saling memberi (penyerahan barang dan penerimaan uang).3 Jika penjual dan pembeli tidak ada atau hanya salah satu pihak yang ada, jual beli tidak mungkin terwujud. Adapun rukun-rukun jual beli adalah sebagai berikut : a. Ada Penjual Penjual adalah pihak yang memiliki objek barang yang akan diperjualbelikan. Dalam transaksi perbankan syariah, maka pihak penjualnya adalah bank syariah b. Ada Pembeli Pembeli merupakan pihak yang ingin memperoleh barang yang di harapkan, dengan membayar sejumlah uang tertentu kepda penjual. Pembeli dalam aplikasi bank syariah adalah nasabah. c. Objek Jual Beli Merupakan barang yang akan digunakan sebagai objek transaksi jual beli. Objek ini harus ada fisiknya. 1 Imam Mustafa, Fiqih Muamalah Kontemporer,(Jakarta:Rajawali Pers, 2016) hal 25 2 Siti Mujiatun,”Jual Beli dalam Perspektif Islam: Salam dan Istishna”, dalam Jurnal RISET AKUNTANSI DAN BISNIS Volume 13 No.2 Tahun 2013 Edisi September, hal 205 3 M. Ali Hasan sebagaimana dikutip oleh Syaifullah M.S , “Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam”, dalam jurnal studia Islamika, Vol. 11, No. 2, Desember 2014: (371-387) hal 376 3 d. Harga Setiap transaksi jual beli harus disebutkan dengan jelas harga jual yang disepakati antara penjual dan pembeli e. Ijab kabul (serah terima) antara penjual dan pembeli Merupakan kesepakatan pe

Recently converted files (publicly available):