• Document: BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Inventarisasi Tumbuhan dan Identifikasi
  • Size: 592.35 KB
  • Uploaded: 2019-06-14 03:06:37
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

1 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Inventarisasi Tumbuhan dan Identifikasi Inventarisasi merupakan suatu kegiatan menghimpun atau untuk mengoleksi jenis-jenis tumbuhan yang terdapat pada suatu daerah. Sedangkan identifikasi tumbuhan berarti mengungkapkan atau menetapkan identitas (“jati diri”) suatu tumbuhan, dalam hal ini tidak lain daripada “menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi”. Istilah identifikasi sering juga digunakan dengan istilah “determinasi”.1 Mengungkapkan atau melakukan identifikasi suatu tumbuhan selalu ada dua kemungkinan yang dihadapi yaitu : a. Tumbuhan yang diidentifikasi belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Untuk identifikasi tumbuhan yang belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan maka diidentifikasi, dan dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1) Menanyakan identitas tumbuhan yang tidak dikenal kepada seseorang yang dianggap ahli dan mampu memberikan jawaban atas pertanyaan. 1 Gembong Tjitrosoepomo, Taksonomi Umum, Yogyakarta : Gadjah Mada Unipersity Press, 1998, h. 70-73. 2 2) Mencocokkan dengan spesimen herbarium yang telah di identifikasikan. 3) Mencocokkan dengan candra dan gambar-gambar yang ada dalam buku-buku flora atau monografi. b. Tumbuhan yang diidentifikasi sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan. Untuk identifikasi tumbuhan yang sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1) Membuat candra atau deskripsinya. 2) Membuat ciri-ciri diagnostiknya. 3) Penetapan kategori spesimen yang tidak boleh menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang berlaku, seperti yang tercantum dalam KITT (Kode Internasional Tatanama Tumbuhan).2 2. Deskripsi Tumbuhan Lumut a. Pengertian Lumut Lumut merupakan kelompok tumbuhan berklorofil (autotrop) yang talusnya mempunyai struktur seperti organ “akar”, “batang”, dan “daun”. Akan tetapi semua organ tersebut tidak sejati karena tidak adanya sistem jaringan yang terkoordinasi membentuk struktur organ. Misalnya tidak ada sistem pembuluh angkut xilem dan floem. Kelompok tumbuhan ini dinamakan tumbuhan lumut.3 2 Ibid., Taksonomi Umum, h. 75. 3 Akhmadi, Bahan Ajar Botani Tumbuhan Rendah, Palangka Raya : Universitas Palangka Raya, 2010, h. 34. 3 Tumbuhan lumut mengalami pergiliran generasi (metagenesis), yaitu adanya talus fase gametofit dan talus fase sporofit. Talus gametofit merupakan talus tumbuhan lumut yang umum kita lihat di alam, terutama jika tumbuhan lumut tersebut tidak membentuk sporogonium. Sedangkan sporogonium yang menghasilkan spora merupakan talus sporofit. Talus sporofit lumut bersifat diploid (2n) yang mempunyai ciri- ciri : umur hidupnya pendek, hidup menempel pada talus gametofit untuk memperoleh nutrient. Pangkal sporofit tertanam pada gametofit. Sporofit tidak bercabang dan membentuk sporangium tunggal (atau beberapa) pada ujungnya. Talus gametofit lumut bersifat haploid (n) yang mempunyai ciri-ciri : umur hidupya lama, dominan pada talus, hidup pada substrat (misalnya tanah). Gametofit berasal dari hasil perkecambahan spora yang membentuk “protonema” (stadium muda lumut). Gametofit ini membentuk struktur “akar” atau rhizoid, “batang”, dan “daun”. Gametofit menghasilkan anterizoid berflagel 2 (“whiplash”) dan sel telur. Gametangium jantan (anteridium) pada tumbuhan lumut berbentuk seperti “gada”, yang dapat menghasilkan anterizoid. Sedangkan gametangium betina (arkegonium) pada lumut berbentuk seperti “botol”, yang dapat membentuk satu sel telur (ovum). Pada bagian perut dari arkegonium terdapat lebih dari satu lapisan sel-sel 4 steril, sedangkan pada bagian leher hanya ada satu lapisan-lapisan sel steril.4 b. Struktur Tubuh Tumbuhan Lumut Lumut memiliki susunan struktur tubuh yang meliputi : 1) Batang dan daun tegak memiliki susunan berbeda-beda. Batang apabila dilihat secara melintang akan tampak susunan sebagai berikut : a. selapis sel kulit, beberapa sel diantaranya membentuk rizoid- rizoid epidermis b. lapisan kulit dalam (korteks), silinder pusat yang terdiri

Recently converted files (publicly available):