• Document: LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 103 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN DANA ALOKASI KHUSUS KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2015 PETUNJUK TEKN...
  • Size: 203.94 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 08:09:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 103 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN DANA ALOKASI KHUSUS KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) SUB BIDANG TRANSPORTASI PERDESAAN TAHUN ANGGARAN 2015 I. PENDAHULUAN Konektivitas wilayah memiliki fungsi yang sangat penting, khususnya sebagai katalisator dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemersatu wilayah NKRI. Ketersediaan terhadap jasa pelayanan transportasi, sangat penting guna mendukung perwujudan kesejahteraan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah pedalaman, terpencil, tertinggal, dan perbatasan negara. Oleh sebab itu, pembangunan transportasi diarahkan untuk meningkatkan pelayanan jasa transportasi perdesaan secara efisien, handal, berkualitas, aman dan dengan harga terjangkau. Sistem transportasi yang ada dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumberdaya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah perdesaan. Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan keterisolasian dan memberi stimulan ke arah perkembangan di semua bidang kehidupan, baik perdagangan, industri maupun sektor lainnya di daerah perdesaan. Akses terhadap sarana dan prasarana transportasi perdesaan merupakan permasalahan utama dan penting untuk ditangani di kawasan perdesaan karena disamping sebagai upaya pemenuhan pelayanan dasar juga merupakan pintu masuk bagi inovasi, mobilitas dan berbagai peluang untuk peningkatan kehidupan sosial ekonomi. Sampai saat ini pembangunan sektor transportasi masih belum mampu menjangkau sampai ke pelosok daerah. Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana transportasi perdesaan masih rendah. Keterbatasan akses transportasi diperdesaan sampai saat ini belum dapat diselesaikan dengan baik terutama: (i) di pusat-pusat pertumbuhan meliputi Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) sesuai Permendagri Nomor 29 Tahun 2008, Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Perhatian Investasi (KPI) yang khususnya sektor basis non migas dan tambang (pertanian, perikanan, pariwisata, industri, dan perdagangan); (ii) di daerah-daerah tertinggal, pesisir, dan pulau-pulau terpencil; dan (iii) di kawasan perbatasan termasuk pulau-pulau kecil terluar. Sulitnya akses tersebut akan menyebabkan potensi yang ada pada wilayah perdesaan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Jenis jalan dan moda transportasi juga mempengaruhi lalu lintas perdagangan antar satu wilayah perdesaan dengan wilayah lainnya untuk dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi suatu daerah menjadi lebih baik. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Sub Bidang Transportasi Perdesaan (DAK Transdes) Tahun Anggaran 2015 mengatur tentang rencana pemanfaatan, tertib pemanfaatan, pelaksanaan dan pengelolaan yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota, maupun instansi/pihak/masyarakat terkait serta pelaksanaan koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri, kementerian terkait, dengan dinas teknis terkait di provinsi dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan, pengelolaan, dan pemantauan teknis kegiatan DAK Sub Bidang Transdes Tahun Anggaran 2015. -2- II. TUJUAN DAN SASARAN Petunjuk Teknis ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kegiatan yang dibiayai melalui DAK Sub Bidang Transdes Tahun Anggaran 2015. Adapun Tujuan, Sasaran dan Ruang Lingkup DAK Sub Bidang Transdes Tahun Anggaran 2015, adalah: A. Tujuan Menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang/jasa melalui penyediaan sarana dan prasarana transportasi wilayah di pusat- pusat pertumbuhan kawasan yang memiliki sektor basis potensial seperti di KSCT, KAPET, KSPN, dan KPI; serta membuka keterisolasian daerah tertinggal dan kawasan perbatasan. B. Sasaran Meningkatnya ketersediaan dan kemudahan aksesibilitas masyarakat di daerah terhadap pelayanan konektivitas wilayah dari sentra-sentra produksi menuju outlet-outlet pemasaran di tingkat lokal, nasional, internasional, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pusat-pusat pertumbuhan seperti wilayah KSCT, KAPET, KSPN, dan KPI serta memudahkan aksesibilitas masyarakat dalam menunjang kegiatan ekonomi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar di daerah tertinggal dan kawasan perbatasan. C. Ruang Lingkup Arah penggunaan DAK Transporta

Recently converted files (publicly available):