• Document: SNI SNI Standar Nasional Indonesia Metode pengujian jumlah bahan dalam agregate yang lolos saringan nomor 200 (0,0075 mm) ICS Badan Standardisasi Nasional BSN BAB I DESKRIPSI 1.1
  • Size: 131.38 KB
  • Uploaded: 2020-10-17 23:30:19
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

SNI SNI 03-4142-1996 Standar Nasional Indonesia Metode pengujian jumlah bahan dalam agregate yang lolos saringan nomor 200 (0,0075 mm) ICS 91.100.20 Badan Standardisasi Nasional BSN BAB I DESKRIPSI 1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Metcde Pengujian Jumlah Bahan Daiam Agregat Yang Lolos Saringan Nomor 200 (0,075 :nm • dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam peiaksanaan pengujian untuk menentukan jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) dengan cara pencucian. 1.1.2 Tujuan Tujuan metode ini adalah untuk memperoleh persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm), sehingga berguna bagi perencana dan pelaksana pembangunan jalan. 1.2 Ruang Lingkup Metode pengujian ini meliputi persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara pengujian agregat untuk menentukan persen bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm). 1.3 Pengertian Yang dimaksud dengan : 1) jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) adalah banyaknya bahan yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) sesudah agregat dicuci sampai air cucian menjadi jernih; 2) bahan pembersih adalah suatu bahan pembersih seperti detergent, atau sabun yang digunakan untuk mempermudah pemisahan bahan halus yang melekat pada agregat. 3) suspensi adalah bahan halus lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) yang melayang di dalam larutan air pencuci. BAB II PERSYARATAN PENGUJIAN Ihwal yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut : 2.1 Peralatan 1} Peralatan yang drgunakan harus sudah di kaiibrasi dan sesuai ketentuan yang berlaku; 2) Peralatan yang digunakan harus laik pakai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2.2 Benda Uji 1) pengujian harus dilakukaa duplo; 2) pengambilan contoh agregat harus dilakukan secara acak, agar dapat mewakili seluruh bahan yang akan diuji; 3) benda uji disiapkan melalui alat pemisah contoh atau dengan jalan dibagi empat secara merata. 2.3 Hasil Pengujian Nama Pelaksana dan penanggung jawab ,hasil uji harus ditulis dan dibubuhi tanda tangan serta tanggal pengesahan yang jelas. BAB III KETENTUAN – KETENTUAN 3.1 Peralatan Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1) saringan terdiri dari dua ukuran yang bagian bawah dipasang saringan Nomor 200 (0,075 mm) dan di atasnya saringan Nomor 16 ( 1,18 mm); 2} wadah untuk mencuci mempunyai kapasitas yang dapat menampung benda uji sehingga pada waktu pengadukan (pelaksanoan pencucian) benda uji dan air pencuci tidak mudah tumpah; 3) timbangan dengan ketelitian maksimum • 0,1 % dari berat benda uji; 4) oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 • 5) |C; 3.2 Bahan Pembersih Bahan yang digunakan adalah bahan pembersih seperti detergent atau sabun untuk mempermudah pemisahan bahan halus yang melekat pada agregat. 3.3 Benda Uji Benda uji adalah agregat dalam kondisi kering oven dengan berat tergantung pada ukuran maksimum agregat sesuai dengan Tabel 1. TABEL 1 KETENTUAN BERAT KERING MINIMUM BENDA UJI UKURAN MAKSIMUM BERTA KERING MINIMUN BENDA UJI AGREGAT Ukuran Saringan MM GRAM No.8 2,36 100 No.4 4,75 500 3/8 9,50 1000 3/4 19.00 2500 ≥ 1 1/2 ≥ 38.10 5000 3.4 Perhitungan Rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan adalah sebagai berikut : 1) berat kering benda uji awal W3 = W1 – W2 ........................................................................... (1) 2) berat kering benda uji sesudah pencucian W5 = W4 – W2 ........................................................................... (2) 3) bahan lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm) …………………………………………(3) Keterangan : W1 = berat kering benda uji + wadah (gram); W2 = berat wadah (gram); W3 = berat kering benda uji awal (gram); W4 = berat kering benda uji sesudah pencucian + wadah (gram); W5 = berat k

Recently converted files (publicly available):