• Document: ANALISIS KEMAMPU LAYANAN STRUKTUR KOLOM BETON TERHADAP BEBAN MONOTONIK KONSENTRIK
  • Size: 716.94 KB
  • Uploaded: 2019-06-14 04:35:51
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS KEMAMPU LAYANAN STRUKTUR KOLOM BETON TERHADAP BEBAN MONOTONIK KONSENTRIK Andri Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau Tel. 076166596, Pekanbaru 28293 – Riau, E-mail: andrieste_eng@yahoo.com Zulfikar Djauhari Dosen Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau Tel. 076166596, Pekanbaru 28293 – Riau, E-mail: zulfkr_dj@yahoo.com Enno Yuniarto Dosen Jurusan Teknik Sipil S1 Fakultas Teknik Universitas Riau Tel. 076166596, Pekanbaru 28293 – Riau, E-mail: enno_y@unri.ac.id ABSTRACT The studies in depth and ability to satisfy the characteristics of the concrete structure service is only focused on structural beams and plates, while the discussion of the ability of our services to the column is still not satisfactorily addressed so that these characteristics are often overlooked by practitioners. This study aims to determine the services ability to respond instantly column uniaxial load with depth parameter column cracked section. This parameter modeling of short columns with concentric load measuring 300 mm x 300 mm which is calculated through the mechanism of force balance internal and external columns and torque balance internal and external columns. External loads is given in stages to the nominal capacity of the column. From the results of calculations, the depth of cracked section 219.2798 mm column height of 300 mm cross-section at zero load, crack depth decreases with increasing load given discrete with a small reduction in the level, and the maximum load limit is the value of a nominal capacity of column 2.380 kN to a depth of cracks approaching 219.2774 mm. Keywords: Column Serviceability, Column Crack, Monotonic Concentric. 1. PENDAHULUAN Penggunaan material beton sebagai material bangunan sangat dominan dibanding material lain dalam industri konstruksi. Keunggulan material beton yang mempunyai kekuatan dan kekakuan tinggi, murah, mudah dibentuk dan tanpa memerlukan biaya perawatan membuat pemakaian material ini sangat luas di dalam industri konstruksi. Selain memiliki keunggulan-keunggulan seperti di atas material ini mempunyai beberapa kekurangan antara lain lemah dalam menahan tarik, susut dan rangkak, oleh karenanya penggunaan material beton pada struktur sering disertai dengan penggunaan material lain yang mempunyai kuat tarik tinggi. Dalam praktek, beton sering dikomposisikan dengan material baja tulangan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan struktur beton dalam menahan tarik. Selain aspek kekuatan dan kekakuan tadi, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah kemampu layanan (serviceability) struktur beton. Sampai saat ini kajian-kajian secara mendalam dan memuaskan terhadap karakteristik kemampu layanan (seviceability) struktur beton hanya terfokus pada struktur balok dan pelat, sedangkan pembahasan kemampu layanan terhadap kolom masih belum dibahas secara memuaskan sehingga karakteristik tersebut sering diabaikan oleh para praktisi. 1 Pada Penelitian ini penulis akan melakukan penelitian analisis kemampu layanan respon seketika struktur kolom beton terhadap beban pada kondisi layan. Kemanpu layanan yang ditinjau ialah kedalaman retak penampang kolom yang dibebani pada kolom pendek secara monotonik konsentrik. Kemampuan Layan Struktur Kemampuan layan struktur diartikan sebagai penampilan yang memuaskan di bawah kondisi beban layan (misalnya di dalam tegangan kerja ). Penampilan yang memuaskan dapat dinyatakan dalam : 1. Lendutan yang berada di bawah batas kondisi dengan unsur- unsur non strutural seperti dinding, partisi, dan langit-langit tidak mengalami kerusakan 2. Pegendalian retak agar tidak kelihatan atau supaya mencegah masuknya air yang dapat menyebabkan korosi baja atau memperburuk beton 3. Persyaratan kelayanan seperti getaran (vibration) atau usik ( noise) (Wang, et al, 1994 ) Gaya tekan Uniaksial Pada Beton Perilaku beton yang diberi beban tekan uniaksial dapat digambarkan melalui hubungan tegangan – regangan. Pada umumnya hubungan tegangan – regangan tekan beton (dengan f’c = 30 Mpa sampai 60 Mpa ) dapat dimodelkan dengan persamaan Hognestad pada Persamaan 1. 𝑓𝑐 𝜀 𝜀 2 (1) = 2. 𝜀′𝑐 − (𝜀′𝑐 ) 𝑓′ 𝑐 𝑐 𝑐 Dengan: fc : Tengan pada beton (MPa) f’c : Tegangan maksimum beton dari tes silinder (MPa) : Regangan pada beton saat f’c : Regangan pada beton saat fc Gambar 1 Respon tegangan – regangan beton pada uji tekanan Sumber: Collins, 1991

Recently converted files (publicly available):