• Document: PEMBUATAN PREPARAT WHOLEMOUNT EMBRIO AYAM Oleh : Nama : Lu luk Fuadah NIM : B1J Rombongan : IV Kelompok : 2 Asisten : Muhimatul Umami LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN II K...
  • Size: 1.43 MB
  • Uploaded: 2020-09-16 08:29:19
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PEMBUATAN PREPARAT WHOLEMOUNT EMBRIO AYAM Oleh : Nama : Lu’luk Fuadah NIM : B1J010018 Rombongan : IV Kelompok :2 Asisten : Muhimatul Umami LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN II KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu teknik dalam pembuatan preparat adalah menggunakan metode wholemount. Wholemount ( Sedian Utuh ) yaitu penyiapan sediaan yang terdiri atas keseluruhan organ tubuh organisme secara utuh. Pada praktikum kali ini menggunakan embrio ayam umur 72 jam inkubasi. Wholemount merupakan metode pembuatan preparat yang nantinya akan diamati dengan mikroskop tanpa didahului adanya proses pemotongan. Jadi pada metode ini, preparat yang diamati adalah preparat yang utuh baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun individu. Gambar yang dihasilkan oleh preparat wholemount ini terlihat dalam wujud utuhnya seperti ketika organisme tersebut masih hidup sehingga pengamatan yang dapat dilakukan hanya terbatas terhadap morfologi secara umum. Metode wholemount mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan metode ini adalah dapat mengamati seluruh bagian tubuh hewan dengan jelas tiap bagian-bagiannya. Sedangkan kelemahannya adalah metode ini hanya bisa dilakukan pada hewan dengan ukuran yang kecil saja tidak bisa hewan yang besar. Preparat praktikum wholemount ini menggunakan telur ayam kampung yang sudah diinkubasi selama 1-3 hari. Namun, apabila waktu inkubasi kurang, maka embrio tidak dapat terlihat dengan jelas. Wholemount digunakan untuk mengamati perkembangan embrio ayam umur 1-3 hari. Alasan digunakannya telur berumur 1-3 hari yaitu, karena pada umur ini masih dapat dibedakan dengan jelas antara albumen, membrane cangkang, yolk putih, yolk kuning, rongga udara, blastoderma, dan membran viteline. Selain itu, pada umur 1-3 hari merupakan titik awal perkembangan embrio ayam sebelum terbentuknya pembeda yang jelas antara kepala, leher, badan dan kaki. Wholemount merupakan metode untuk melihat struktur-struktur yang berhubungan dengan organ embrio seluruhnya, tingkat kesukaran dalam metode ini yaitu menemukan lokasi pemotongan yang tepat. Ayam sering digunakan dalam mempelajari embriologi di dalam laboratorium. Hal ini karena proses diferensiasi awal dari sistem organ dan proses dasar pembentukan tubuh mudah dimengerti. Telur ayam mewakili karakteristik pembelahan telur dengan yolk banyak. Prosesnya merupakan bentuk intermediet antara pisces dan amfibia. Selain telur ayam, aplikasi lain yang dapat diterapkan untuk wholemount yaitu hewan cacing pipih, sagita, lucifer, semut, Tribolium confusum lebih dikenal dengan nama Kumbang bunga, lumut, sori paku, daun dengan trikoma dan daun dengan stomata. B. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah dapat membuat preparat wholemount embrio ayam dan mengamati perkembangan embrio ayam hingga umur 72 jam inkubasi. II. TINJAUAN PUSTAKA Tipe telur burung adalah telolesital, tetapi karena detoplasmanya banyak sekali maka dinamakan megalesital. Bagian-bagian yang aktif pada pembelahan sel telur burung adalah keping lembaganya (blastodiscnya). Pembelahan sudah dimulai sewaktu telur melalui oviduk, di sini telur mendapat albumen dan selaput-selaput lainnya. Albumen kental yang terputar karena telur yang melalui oviduk jalannya berputar-putar sehingga albumennya turut berputar disebut khalaza yang fungsinya untuk menjaga agar supaya sel telur tetap terletak sentral di dalam albumen dan keping lembaganya selalu menghadap ke atas (Djuhanda, 1981). Amnion merupakan organ evolusi reptil ke aves dan berfungsi untuk menyesuaikan dengan tempat hidupnya yang baru dari habitat air ke habitat darat (terrestrial) dan udara. Membran fetal yang lain, serosa disamakan dengan korion pada ikan. Ikan dan ampfibi belum memiliki alantois sebagai membrana fetal. Hal ini disebabkan pada embrio ikan dan amfibi, pertukaran gas dan pembuangan sisa metabolisme terjadi langsung melalui transmembran dari embrio ke medium air di sekitarnya (Rugh, 1962). Telur Aves memiliki yolk yang banyak. Kandungan yolk berfungsi untuk menyediakan cadangan makanan bagi perkembangan embrio kecuali udara. Kebutuhan mineral seperti Ca pada embrio dapat di serap dari cangkang telur (Huettner, 1961). Ovum pada Aves merupakan bulatan yolk dengan bioplasma dan intinya, sedangkan telur yang terdiri dari cangkang telur, albumen (putih telur) dan yolk (kuning telur). Ovum merupakan suatu sel yang berukuran sangat besar. Hal ini disebabkan kandungan yolk yang besar pula (Djuanda, 1981). Proses gastrulasi embrio ayam mengalami proses-pros

Recently converted files (publicly available):