• Document: PENERAPAN LOGIKA FUZZY UNTUK MENENTUKAN KADAR GIZI MAKRO PADA BAHAN MAKANAN MENGGUNAKAN MATLAB
  • Size: 516.67 KB
  • Uploaded: 2018-12-06 23:58:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENERAPAN LOGIKA FUZZY UNTUK MENENTUKAN KADAR GIZI MAKRO PADA BAHAN MAKANAN MENGGUNAKAN MATLAB Rismayanti1 1 Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan Jl. H.M. Joni No. 70A Medan 20152 Indonesia E-mail : risma.stth@gmail.com Abstrak Penerapan logika fuzzy untuk menentukan kadar zat gizi pada bahan makanan akan membantu dalam memberikan keputusan kadar zat gizi yang optimal yang terkandung didalam bahan makanan. Logika Fuzzy adalah bagian atau salah satu metode dalam Artificial Intellegence yang merupakan salah satu komponen soft computing. Dasar dari logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy di mana teori himpunan fuzzy, peranan derajat keanggotaan sebagai penentu keberadaan elemen dalam suatu himpunan. Nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan (membership function) menjadi ciri utama dari penalaran dengan logika fuzzy tersebut. Data kadar zat gizi yang akan ditentukan nilai kepastiannya adalah kadar zat gizi makro yaitu energi, karbohidrat, protein, lemak dan calsium. Dimana data kadar zat gizi tersebut yang akan difuzzifikasi dan dijadikan sebagai variabel input, sedangkan output atau hasil keputusan yang diperoleh dengan menerapkan logika fuzzy yaitu bahan makanan yang memiliki 3 tingkatan kadar; kadar gizi tinggi, cukup dan rendah. Implementasi penerapan logika fuzzy yang dilakukan untuk menghasilkan keputusan kadar gizi bahan makanan menggunakan software matlab 6.1. Kata Kunci : logika fuzzy,kadar gizi, matlab 6.1 teknik-teknik kendali secara konvensional yang 1. Pendahuluan didasarkan pada bahasa alami. Dengan menerapkan logika fuzzy diharapkan dapat Kebutuhan setiap orang terhadap kadar zat gizi memberikan informasi tentang tingkat kadar zat gizi berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor antara yang terkandung dalam bahan makanan yang akan lain tahap perkembangan, kehidupan manusia dan dikonsumsi. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh kondisi fisiologis seperti mengandung, melahirkan, konsumen dalam melakukan pemilihan yang bijak menyusui, sakit, penyembuhan, kegiatan fisik, umur terhadap bahan makanan, terutama yang berkenaan dan mutu gizi. dengan kandungan zat gizi didalamnya sesuai dengan Dari sisi kesehatan, informasi kadar zat gizi pada kebutuhannya. bahan makanan sangat bermanfaat dan diperlukan oleh konsumen, terutama bagi konsumen dengan kondisi 2. Landasan Teori medis tertentu yang memerlukan pengendalian asupan gizi. Misalnya penderita diabetes dapat mengatur 2.1 Kadar Zat Gizi pada Bahan Makanan jumlah asupan kalori dengan memperhatikan kadar gizi Makanan yang dikonsumsi oleh manusia yang terkandung didalam bahan makanan yang akan mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang dikonsumsi. bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat Kebutuhan kadar zat gizi yang berbeda pada setiap bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat orang akan berpengaruh pada pengambilan keputusan berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun). Zat gizi untuk menentukan bahan makanan yang sebaiknya merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi. Sehingga nantinya dapat mencapai tingkat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. kesehatan gizi yang optimal dan tidak ada terjadinya Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi gangguan pada kesehatan atau penyakit yang memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang menurunkan aktifitas hidup seorang akibat kelebihan terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda atau kekurangan gizi. antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Pada proses implementasi untuk menentukan Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang kadar gizi pada bahan makanan, diterapkan metode terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari logika fuzzy dengan menggunakan software Matlab 6.1. masing-masing zat gizi. Satu janis zat gizi tertentu Hal ini karena logika fuzzy mempunyai kemampuan kemungkinan terkadung/terdapat pada jenis bahan dalam proses penalaran yang mudah dimengerti. pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut Logika fuzzy juga memiliki toleransi terhadap data tidak terdapat pada bahan pangan yang lain. yang tidak tepat atau tidak pasti,mampu memodelkan Zat gizi dikelompokan berdasarkan beberapa hal, fungsi-fungsi non linier dan dapat bekerja sama dengan yaitu

Recently converted files (publicly available):