• Document: Draft Pengenalan Jenis Tumbuhan Di Kawasan Ekosistem Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan (SM Dangku-Hutan Lindung Meranti-Hutan Harapan)
  • Size: 7.08 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 01:02:49
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Draft Pengenalan Jenis Tumbuhan Di Kawasan Ekosistem Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan (SM Dangku-Hutan Lindung Meranti-Hutan Harapan) Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Panduan lapangan Pengenalan Jenis Tumbuhan Di Kawasan Ekosistem Hutan Dataran Rendah, Sumatera Selatan Penyunting: Tukirin Partomihardjo Penyusun: Dafid Pirnanda Hendi Sumantri Rendra Bayu Prasetyo Palembang, December 2016 Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Citation : Pirnanda, D., H. Sumantri., dan R. B. Prasetyo. 2016. Pengenalan Jenis Tumbuhan di Kawasan Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan. Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project. Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Palembang National Library: Cataloging in Publication Copy Right © BIOCLIME - GIZ Cites this book is allowed by mentioning the source and publisher. Front Cover (from left to right): Detail Contact Dafid Pirnanda (d.pirnanda@gmail.com ) Hendi Sumantri (hendi.sumantri@giz.de) Rendra Bayu Prasetyo (rendrabayuprasetyo1@gmail.com) Kantor Palembang : Jl. Jend. Sudirman No. 2837 KM. 3,5 Palembang Tel.: +62-711-353176 Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Kata Pengantar GIZ Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project merupakan program kerjasama teknis antara Pemerintah Republik Federal Jerman dan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bidang keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Melalui program BIOCLIME, Pemerintah Jerman mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, konservasi keanekaragaman hayati hutan bernilai tinggi, mempertahankan kapasitas penyimpanan stok karbon dan menerapkan pengelolaan hutan berkelanjutan untuk kepentingan rakyat. Program ini fokus dalam mendukung Provinsi Sumatera Selatan untuk dapat mengembangkan dan menerapkan konsep konservasi dan manajemen guna menurunkan emisi karbon dari hutan dan memberikan kontribusi untuk komitmen penurunan emisi GRK Indonesia yang telah ditargetkan sampai 2020. Pada Taman Nasional Sembilang telah dilakukan survey yang bertujuan untuk menginventarisasi data biodiversitas dan kandungan karbon. Dari Hasil inventarisasi tumbuhan, dilakukan identifikasi nama ilmiah dengan cara membuat herbarium dan juga mencocokan antara ciri-ciri yang ditemukan dilapangan dengan ciri-ciri yang tertulis pada beberapa literatur seperti Prosea dan Malesian Seed Plants. Kami menyadari keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di ekosistem mangrove TN Sembilang tidak terbatas pada apa yang ada dalam buku ini, tetapi kami berharap buku ini dapat menjadi acuan dan memberi kemudahan dalam kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan pada kawasan TN Sembilang yang bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada pada TN Sembilang. Palembang, Desember 2016 Bioclime-GIZ Team Leader Berthold Haasler Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Kata Sambutan Keanekaragaman hayati (kehati) memiliki peran serta kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional di semua bidang. Indonesia telah menunjukkan komitmen dalam pengelolaan kehati pada tataran global dan nasional melalui ratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati/Convention on Biological Diversity (CBD) menjadi UU nomor 5 tahun 1994. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2020. Dokumen ini memaparkan arah kebijakan RPJM yang ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam menunjang pembangunan ekonomi nasional, selain meningkatkan upaya perlindungan dan pengamanannya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan dan isu terkait pengelolaan keanekaragaman hayati sungguh sangat dinamis. Hal ini menjadi sangat menarik dan sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat mengelola keanekaragaman hayati secara adil dan lestari, dengan berpedoman pada 3 (tiga) pilar penting yaitu: pengawetan, perlindungan, dan pemanfaatan yang lestari. Maka sangat penting adanya sebuah data dasar yang bisa menjadi pedoman, baik dalam kegiatan survey maupun dalam kegiatan rehabilitasi hutan. Dengan data dasar keanekarangan jenis tumbuhan yang ada di Ekosistem Mangrove Taman Nasional Sembilang dapat dilihat, sehingga akan memudahkan dalam pengenalan jenis lokal dan pencarian nama ilmiahnya. Kami berharap buku “Pengenalan Jenis Tumbuhan Di Ekosistem Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan” ini dapat bermanfaat menjadi salah satu referensi penting bagi pihak-pihak yang ingin melaksanakan kegiatan survey vegetasi dan kegiatan rehabilitasi/ restorasi di Ekosistem Hutan Dataran Rendah yang ada di Sumatera Selatan. Palembang,,,,,,,,,,,,,,,,,, Nama Jabatan Instansi Jenis Tumbuhan Di Hutan Dataran Rendah Sumatera Selatan Ucap

Recently converted files (publicly available):