• Document: HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN MULUT ANAK USIA 8-10 TAHUN (Studi Kasus SDN 3 dan SDN 5 Kota Parepare)
  • Size: 322.32 KB
  • Uploaded: 2019-06-12 13:13:59
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN MULUT ANAK USIA 8-10 TAHUN (Studi Kasus SDN 3 dan SDN 5 Kota Parepare) Fuad Husain Akbar1, Rini Pratiwi 2, Ady Multazam3 1,2 Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin 3 Mahasiswa Profesi, Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin Koresponden: Fuad Husain Akbar, Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Email: fuad_gi2@yahoo.co.id ABSTRACT Background: Cavities besides causing eating disorders also cause impaired speech, impaired learning activities of children in school, even sleep disorders. Children who have a poor oral and unhealthy teeth are 12 times more often to have impaired activity including not attend the school than children with healthy teeth and good oral. Methods: Observational analytic and Cross Sectional Study aprroach. Techniques of collecting data using questionnaires, with the subject of research by 196 children. To see if there is a relationship between cavities status and the quality of life of children. Data were analyzed using paired T test with α = 0.05. The data obtained are then processed using SPSS version 22.0. Result: Statistical test results showed that no significant relationship between the value of def-t with the quality of life of children 8- 10 years old and Statistical test results showed that no significant relationship between the DMF-T with the quality of life of children aged 8-10 years , Conclusion: Poor oral health is an important factor that can negatively impact the quality of life of children and affect daily activities like school and learning. Keywords: Dental Caries, Quality of Life LATAR BELAKANG Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan di masyarakat luas adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit infeksi yang bersifat progresif pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum hingga meluas ke arah pulpa. Proses terjadinya karies ditandai dengan terjadinya demineralisasi pada jaringan keras gigi diikuti dengan kerusakan bahan organiknya. Faktor utama penyebab karies yaitu host atau tuan rumah, agen atau mikroorganisme, substrat atau diet dan faktor waktu. Karies terjadi jika keempat faktor tersebut ada, bila salah satu faktor tidak ada maka karies tidak akan terbentuk. Hal ini disebabkan keempat faktor tersebut merupakan lingkaran yang saling terkait.1 Karies merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Pada tahun 2000 United Stated Surgeon General melaporkan bahwa karies merupakan penyakit infeksi yang paling banyak diderita anak-anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan angka kejadian karies pada anak usia sekolah dasar sebesar 60- 90%. Hasil penelitian Joshi dkk di Tamil Nadu menyatakan 77% anak usia 6-12 tahun mengalami karies. Hasil NOHS (National Oral Health Survey) tahun 2006 di Pilipina, menunjukkan anak SD pada umur 6 tahun mengalami karies sebesar 97,1% dan pada umur 12 tahun sebesar 78,4 %. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2009, sebanyak 89% anak Indonesia dibawah 12 tahun menderita karies gigi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2013 melaporkan 28,9% anak usia 5-9 tahun di Indonesia mengalami masalah gigi.2-4 Prevalensi karies gigi pada gigi susu lebih tinggi dibandingkan gigi tetap, hal ini disebabkan proses kerusakannya kronis dan asimptomatis. Selain itu, gigi susu mempunyai struktur enamel yang kurang padat karena banyak mengandung air. Pengalaman karies yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas hidup anak karena dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, profil wajah yang tidak harmonis, infeksi akut serta kronis, serta gangguan makan. Karies gigi selain menimbulkan gangguan makan juga dapat menyebabkan gangguan berbicara, gangguan dalam kegiatan belajar anak di sekolah, bahkan gangguan tidur. Anak-anak yang mempunyai kesehatan gigi dan mulut yang buruk 12 kali lebih banyak mengalami gangguan aktivitas termasuk 1 tidak masuk sekolah dibandingkan dengan anak dengan kesehatan gigi dan mulut yang baik.5-7 Pengukuran kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut anak dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen yang langsung berdasarkan penilaian anak yaitu Child Perception Questionnaire (CPQ), Child Oral Impact Daily Performance (Child-OIDP), Child Oral Health Impact Profile (COHIP) dan instrumen kualitas yang melalui penilaian orangtua yaitu Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS), Parental Caregiver Perception Questionnaire (P-CPQ).8 Child perceptions questionnaires (CPQ) dibuat di Kanada pada tahun 2002 – 2006 untuk mengukur kualitas hidup terkait kesehatan rongga mulut pada anak dengan kelompok usia tertentu dengan berbagai kondisi gigi, ortodontik, dan orofasial. CPQ merupakan kues

Recently converted files (publicly available):