• Document: HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG JERAWAT DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DI SMAN 16 JAKARTA
  • Size: 803.45 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 10:20:13
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG JERAWAT DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DI SMAN 16 JAKARTA Correlation between Acne Perceptions and Teens’ Self Confidence in SMAN 16 Jakarta Annisyah1, Refirman DJ2, Sri Rahayu3 1,2,3Prodi Pendidikan Biologi Fakultas MIPA,Universitas Negeri Jakarta, Indonesia Email: annisyah17@gmail.com Abstract Acne can appear to everyone when someone is entering adolescence. Every teenager will perceive acne individually. Acne problems can cause a person to become less confidence. Every teenager should be able to accept self-condition and maintaining skin care. Furthermore, they should make appearance as problem in self confidence. This study aims to determine the correlation between acne perception with teens’ self confidence in SMAN 16 Jakarta. The method used are descriptive method with survey techniques through correlational studies. The population of this research was grade X MIA. The sample used in this study were 106 students and taken by simple random sampling. The prerequisite test results indicated that the distributed data were normal and distributed homogeneous. Regression test was obtained by regression model Ŷ = 15.069 + 0,771X and shown by a linear relationship. Based on hypothesis test, correlation coefficient value of 0.791 indicates a relationship of strong category coefficient of determination indicated 62.6% perception contributed to the teens self confidence. This study shown that there was a positive relationship between the perception of adolescent acne with confidence in SMAN 16 Jakarta. Keywords: perception, self-confidence, acne, teens ANNISYAH, REFIRMAN DJ, SRI RAHAYU PENDAHULUAN Kulit merupakan lapisan yang membungkus tubuh bagian dalam yang terdiri dari darah, saraf, daging dan tulang. Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang paling sering terlihat oleh orang lain. Adanya kelainan yang sering terjadi pada kulit adalah jerawat. Jerawat atau acne adalah masalah kulit berupa peradangan pada bagian kelenjar sebasea apabila tidak ditindak lanjuti akan terjadi infeksi di bagian wajah. Jerawat sering membuat resah dan menghilangkan rasa percaya diri, karena mengurangi nilai visual, apalagi jika area kulit yang berjerawat sangat luas. Munculnya jerawat disebabkan oleh genetik, kebersihan diri, hormonal, faktor makanan, keaktifan dari kelenjar sebasea, faktor psikis, musim, infeksi bakteri (Propionibacterium acne), serta kosmetika dan bahan kimia lainnya. Jerawat dapat dihilangkan dengan menjaga kebersihan wajah, menjaga pola makan sehat, serta istirahat yang cukup (Kim, 2008). Insiden jerawat berdasarkan survey di kawasan Asia Tenggara, terdapat 40-80% kasus jerawat sedangkan di Indonesia menurut catatan kelompok studi dermatologi kosmetika Indonesia, menunjukkan terdapat 60% penderita jerawat pada tahun 2006 dan 80% pada tahun 2007. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penderita jerawat sering terjadi pada remaja. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, bukan hanya dalam artian psikologis tetapi juga fisik (Lilis, 2013). Remaja yang mengalami masalah jerawat sering kali mempunyai masalah yang berkaitan dengan kepercayaan diri. Individu yang mempunyai kepercayaan diri memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Persepsi menyangkut bagaimana remaja menilai dirinya sendiri yang berhubungan dengan sifat-sifat yang dimilikinya, baik yang berasal dari dalam dirinya maupun dari lingkungan sosialnya. Penilaian-penilaian yang positif terhadap diri akan menjadikan konsep diri sesorang itu positif, demikian juga sebaliknya penilaian-penlaian diri yang negatif terhadap diri akan 80 BIOTA: Jurnal Pendidikan Biologi FITK UIN Mataram Hubungan Persepsi Tentang Jerawat… menjadikan konsep diri seseorang negatif. Masalah jerawat terjadi pula pada siswa di SMAN 16 Jakarta. Berdasarkan survey di sekolah tersebut terdapat remaja yang memiliki persepsi berbeda-beda tentang jerawat. Salah satu remaja mempersepsikan bahwa berjerawat tidak mengganggu aktifitas sosial dan proses pembelajaran. Berbeda dengan remaja lain yang mempersepsikan bahwa berjerawat sangat menganggu kepercayaan diri mereka karena mengurangi nilai estetika wajah sehingga membuat dirinya menarik diri dari lingkungan sosialnya. Sekolah memiliki beberapa siswa yang menggunakan masker wajah untuk menutupi jerawat, merasa diejek oleh temannya sehingga membuat mereka malu untuk menunjukkan wajah ketika berbicara dengan sesama temannya hanya karena sedang berjerawat. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang hubungan persepsi tentang jerawat dengan kepercayaan diri remaja di SMAN 16 Jakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei melalui studi korelasional. Variabel bebas (X) pada penelitian i

Recently converted files (publicly available):