• Document: PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP NET PROFIT MARGIN PADA INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE THE INFLUENCE OF EXCHANGE RATE, ...
  • Size: 101.53 KB
  • Uploaded: 2019-07-20 15:49:37
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 16 No. 03 Tahun 2016 PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP NET PROFIT MARGIN PADA INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2014 THE INFLUENCE OF EXCHANGE RATE, INFLATION AND INTEREST RATES AGAINST A NET PROFIT MARGIN ON INDUSTRIAL CONSUMER GOODS THAT GO PUBLIC IN INDONESIAN STOCK EXCHANGE PERIOD 2010-2014 Diana Chylvia Oroh1, David P. Saerang2, Winston Pontoh3 1,2,3 Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado, 95115, Indonesia E-mail: orohdiana@yahoo.co.id ABSTRAK Salah satu sektor industri manufaktur yang sangat menunjang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah sektor industri barang konsumsi. Perusahaan-perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mampu menghasilkan devisa yang cukup besar bagi negara dan juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasional. Inflasi, nilai tukar dan tingkat suku bunga merupakan masalah yang serius yang memiliki efek menggelisahkan pada kehidupan ekonomi, sistem politik dan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Net Profit Margin pada Industri Barang Konsumsi yang Go Public di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Populasi sebanyak 37 perusahaan dan sampel yang digunakan 20 perusahaan. Metode penelitian asosiatif dengan teknik analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Tukar Rupiah, Inflasi dan Suku Bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin, secara simultan dan parsial. Sebagai rekomendasi, sebaiknya para investor dapat memperhatikan dan menganalisis faktor internal perusahaan. Kata Kunci: nilai tukar rupiah, inflasi, suku bunga, NPM ABSTRACT One of the industrial sector manufacturing that is very conducive to development and economic growth in indonesia is the industrial sector consumer goods. Companies consumer goods that enrolled in the indonesia stock exchange (idx) can generate foreign exchange large enough for the state and also able to job vacancies many, so can increase national income. Inflation, exchange rate and interest rates a serious problem which that has an effect disquieting in the life of economic, a political system and the community. The purpose of this study is to find the influence of the rupiah, inflation and interest rates to net profit margin on industrial consumer goods that go public at the indonesia stock exchange period 2010-2014. Population to as many as 37 companies and sample used 20 company. Research methodology associative to technique regression analysis linear multiple with on the spss. The research results show that the rupiah, inflation and interest rates do not affect significant impact on net profit margin, simultaneously and partial. As recommendations, should investors to see and analyze the internal factor company. Keywords: rupiah exchange rate, inflation, interest rate, NPM Diana Chylvia Oroh 771 Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 16 No. 03 Tahun 2016 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Perekonomian merupakan salah satu faktor penting dalam suatu negara. Perekonomian suatu negara juga harus mengalami pertumbuhan agar negara tersebut lebih maju, berkembang, dan stabil. Indonesia memiliki karakteristik perekonomian terbuka yang dapat membuat Indonesia rentan terhadap goncangan-goncangan ekonomi yang dampaknya dapat kita lihat dari sisi pasar modal. Perubahan nilai tukar (kurs), inflasi dan juga suku bunga merupakan dampak dari goncangan ekonomi tersebut. Menurut Kasmir (2012: 184), menyatakan pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya. Suatu negara yang menganut sistem perekonomian terbuka harus mempertimbangkan kurs mata uangnya dalam menganalisa kondisi makroekonomi negara yang bersangkutan (Tandris 2014). Kurs merupakan variabel makroekonomi yang penting digunakan sebagai parameter untuk menentukan daya saing internasional dan saat ini sudah dianggap sebagai indikator daya saing mata uang ekonomi apapun (Danladi 2015). Nilai tukar memiliki peran strategis dalam suatu perekonomian. Pergerakan nilai tukar berpengaruh luas terhadap berbagai aspek perekonomian, termasuk perkembangan harga (inflasi), kinerja ekspor-impor yang pada gilirannya berpengaruh pada output perekonomian. I

Recently converted files (publicly available):