• Document: ABSTRAK. Kata kunci : Balita, Status gizi, Energi, Protein PENDAHULUAN
  • Size: 226.34 KB
  • Uploaded: 2019-06-13 09:51:00
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK 1-5 TAHUN DI POSYANDU LESTARI IV DESA KALIPUCANGWETAN KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2014 Hana Listya Pratiwi1, Vilda Ana Veria Setyawati2 1Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email : Hanalistyapratiwipratiwi@gmail.com ABSTRACT Nutrition problem in under five years period effects on human resources quality. Many factors affect nutrition problem directly or indirectly. This research aims to find out the relationship between energy and protein intake and nutrition status of under five years children in Posyandu Lestari Kalipucangwetan Village Welahan Sub-District Jepara. This was explanatory research with cross sectional approach. Population was 45 under five years children, age 1-5 years. Research subjects were all population. Research instruments were questionnaire, 2x24 hours food recall, approval sheet, scale and microtoise. Chi-square statistic test was used for data analysis. Result showed respondents were 22 (48.9%) male and 23 (51.1 %) female. Respondents with normal nutrition status were 22 (48.9%) and under-weight status was 21 (46.7%). Respondents with deficit energy intake were 21 (46.7%) and normal energy intake was 3 (6.7%). Respondents with normal protein intake were 9 (20.0%) and deficit protein intake was 8 (17.8%).Statistics test showed there was relationship between energy intake and nutrition status, but there was no relationship between protein intake and nutrition status. Researcher recommends improving quality of children food intake. Keywords: under five years children, nutrition status, energy, protein. References: 27, 2000-2014 ABSTRAK Masalah gizi pada balita dapat memberi dampak terhadap kualitas sumber daya manusia, banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah gizi baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan status gizi balita di Posyandu Lestari IV Desa Kalipucangwetan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional dimana variabel bebas dan terikat diukur secara bersaamaan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 usia 1-5 tahun. Subyek yang diteliti adalah seluruh anggota populasi sebanyak 45 balita usia 1-5 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan Kuesioner data dasar, from recal 2x24 jam, lembar persetujuan, timbangan dacin dan mikrotoa. Uji satatistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat diukur dengan menggunakan uji chi-square Hasil dari analisis deskriprif jumlah subjek laki-laki terdapat 22 subjek dengan 48,9% dan jumlah subjek perempuan terdapat 23 subjek dengan 51,1%. Untuk status gizi normal sebanyak 22 subjek dengan 48,9% dan status gizi kurus terdapat 21 subjek dengan 46,7%. Kategori asupan energi kurus sebanyak 21 subjek dengan 46,7% dan kategori asupan energi normal terdapat 3 subjek dengan 6,7%. Kategori asupan protein normal sebanyak 9 subjek dengan 20,0% dan kategori asupan protein kurus terdapat 8 subjek dengan 17,8%. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa hubungan antara asupan energi dengan status gizi tidak ada hubungan dan ada hubungan antara asupan protein dengan status gizi. Disarankan untuk meningkatkan kualitas asupan makanananak. Kata kunci : Balita, Status gizi, Energi, Protein PENDAHULUAN Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarka visi pembangunan nasional melalui pembangunan kesehatan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2014. Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang optimal. Keadaan gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan fisiologis, dan juga oleh keadaan ekonomi, sosial politik dan budaya. Pada saat ini, selain dampak dari krisis ekonomi yang masih terasa, juga keadaan dampak dari bencana nasional mempengaruhi status kesehatan pada umumnya dan status gizi khususnya.1 Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsikan secara normal melalui digesti, absorsi, transportasi, penyimpanan metabolisme dan penyerapan zat-zat yang digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ serta menghasilkan energi. Zat gizi adalah unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan tubuh, bagi kesehatan fisik maupun psikologi dalam variable tertentu atau wujud dari ekspresi nutrisi dalam bentuk suatu variable.2 Survei makanan adalah untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi pada tingkat kelompok, rumah tangga dan perorangan serta faktor-faktor

Recently converted files (publicly available):