• Document: ANALISIS AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) MITRA USAHA MULYADESA MARGA MULYA MUNIP NIM
  • Size: 242.84 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 12:57:43
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) MITRA USAHA MULYADESA MARGA MULYA MUNIP NIM. 1124121 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN (UPP) PASIR PENGARAIAN ROKAN HULU Themunip@yahoo.com ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyajian pendapatan dan beban dalam laporan keuangan yang dilakukan oleh BUMDes Mitra Usaha Mulya dan untuk menganalisis pengakuan serta pengukuran pendapatan dan beban yang diterapkan oleh BUMDes Mitra Usaha Mulya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu membahas secara menyeluruh berdasarkan kenyataan dan dibandingkan dengan teori- teori yang relevan untuk melihat apakah perlakuan akuntansi pendapatan dan beban pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Usaha Mulya Desa Marga Mulya telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan simpan pinjam merupakan pendapatan yang paling besar kontribusinya yaitu sebesar sebesar 95,44%, sedangkan beban paling besar yang dibayarkan adalah beban usaha sebesar 85,66%. BUMDes Mitra Usaha Mulya mencatat berbagai pendapatan pada Daftar Uang Masuk Modal Kerja, sedangkan pembayaran beban dicatat pada Daftar Uang Keluar Modal Kerja. Pencatatan yang dilakukan untuk pendapatan dan beban tidak dibuat dalam bentuk jurnal umum debit dan kredit. Kata kunci: pendapatan, beban, jurnal umum, laporan keuangan. 1 PENDAHULUAN dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya Perekonomian dunia saat ini memperkuat perekonomian desa dan mengalami kemajuan yang sangat dibentuk berdasarkan kebutuhan dan pesat, kemajuan perekonomian potensi desa. Badan Usaha Milik mencakup semua sektor, baik sektor Desa (BUMDes) menurut Undang- industri (manufaktur), jasa, dan undang nomor 32 Tahun 2004 perbankan. Termasuk di Indonesia, tentang Pemerintahan Daerah perkembangan perekonomian ini didirikan antara lain dalam rangka menuntut masyarakat untuk dapat peningkatan Pendapatan Asli Desa menyikapinya dengan baik, salah (PADes). Bagi BUMDes yang satunya memilih lembaga keuangan menjadi pendapatan pokok adalah yang cocok untuk melaksanakan bunga pinjaman dan jasa yang sirkulasi dana yang ada baik diberikan kepada nasabah, perorangan ataupun organisasi. sedangkan beban atau biaya-biaya Dalam UU Nomor 32 Tahun yang harus ditanggung adalah beban 2004 tentang Pemerintahan Daerah gaji, beban bunga, biaya administrasi pada Pasal 213 ayat (1) disebutkan dan umum, biaya transportasi dan bahwa “Desa dapat mendirikan lain-lain. badan usaha milik desa sesuai Dalam menyelenggarakan dengan kebutuhan dan potensi desa”. kesejahteraan masyarakat dibidang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) perbankan, pemerintah Propinsi Riau adalah lembaga usaha desa yang 2 melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Pendapatan BUMDes Mitra Usaha membentuk suatu badan keuangan Mulya yaitu Badan Usaha Milik Desa N Jenis Pendapatan Jumlah (Rp) o (BUMDes). BUMDes adalah suatu 1 Pendapatan Simpan 509.351.335 lembaga keuangan yang mana tujuan Pinjam 2 Pendapatan Lain-Lain 24.354.621 utamanya adalah memberikan TOTAL 533.705.956 pinjaman kredi

Recently converted files (publicly available):