• Document: BACKGROUND ANIMASI INTERAKTIF SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PEMBELAJARAN BERHITUNG UNTUK ANAK USIA DINI (5 6 TAHUN)
  • Size: 951.7 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 08:16:58
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BACKGROUND ANIMASI INTERAKTIF SEBAGAI SALAH SATU MEDIA PEMBELAJARAN BERHITUNG UNTUK ANAK USIA DINI (5 – 6 TAHUN) Nur Ikhsan Azizudin1, Jerry D. Rahajaan, S.Sn., M.Sn2 12 Prodi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom karungboy@gmail.com1, jerry@tcis.telkomuniversity.ac.id2 ABSTRAK Pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara, Taman kanak-kanak (TK) merupakan tingkat awal pendidikan formal di Indonesia. Salah satu ilmu pengetahuan yang diberikan kepada anak pada jenjang TK adalah pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Pelaksanaan pembelajaran calistung pada jenjang TK tidak dilakukan secara langsung, banyak media yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran berhitung anak usia dini (5 sampai 6 tahun). Salah satu media yang menarik untuk pembelajaran anak usia dini (5 sampai 6 tahun) di Kota Bandung adalah media animasi interaktif. Salah satu elemen pendukung animasi interaktif adalah environment, hal itu diperlukan agar animasi terlihat memiliki ruang. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menciptakan environment dalam animasi interaktif yang disukai dan dapat membantu proses pembelajaran anak, serta mendapatkan visual yang tepat dan menarik minat anak. Perancangan ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti warna cerah dan penggambaran lingkungan yang menarik bagi anak. environment juga dibuat sesuai dengan materi yang akan disampaikan dengan mempertimbangkan psikologis anak, latar budaya, dan tingkat penerimaan informasinya khususnya di Kota Bandung. Kata Kunci: Animasi Interaktif, Anak Usia Dini (5 – 6 tahun), Berhitung, Background, Pembelajaran. ABSTRACT Education is an obligation and a right for every citizen. Kindergarten is the first level of formal education in Indonesia. There are several skills learned by young learners: reading, writing, and mathematics (in Indonesian terms, it is called as calistung). In learning calistung, the teachers use several methods to teach calistung, such as singing, games, and storytelling. One of the preferred media by children in Bandung is an animated interactive media. One of the supporting elements in interactive animation is background. Background is necessary to create an animation so that animation looks to have space and time. Background design is chosen by considering several aspects such as bright colors and representation of Background that the children know so that they can adapt easily. The background is made in accordance with the teaching material by considering the children’s psychological, cultural background, and the level of acceptance of information especially in Bandung. Keywords: Interactive Animation, Children (5 - 6 years old), mathematics, Background, education. 1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara, hal itu telah di atur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Taman kanak-kanak (TK) merupakan tingkat awal pendidikan formal di Indonesia, tingkat ini penting karena dalam taman kanak-kanak, Usia peserta didik TK dimulai dari 4 tahun hingga 6 tahun dengan pengelompokan A (4 sampai 5 tahun) dan B (5 sampai 6 tahun). Pengetahuan yang diberikan kepada anak disesuaikan dengan perkembangan otak anak. Salah satu ilmu pengetahuan yang diberikan kepada anak pada jenjang TK adalah pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung), Pelaksanaan pembelajaran calistung pada jenjang TK tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui metode bermain, bernyanyi, dan bercerita. Dari ketiga metode itu, metode bermain merupakan metode yang paling efektif dalam penyampaian materi pembelajaran. Di Kota bandung, banyak orang tua yang berharap anak agar anaknya menguasai calistung lebih cepat dari anak-anak lain seusianya, namun di sisi lain orang tua tidak mampu membantu mengajarkan calistung kepada anaknya karena kesibukannya. Dari ketiga materi pembelajaran calistung, banyak anak yang merasa kesulitan pada materi berhitung terutama pada konsep bilangan 0 sampai 9 dan penjumlahan angka di atas 5. Banyak media yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran berhitung anak usia dini (5 sampai 6 tahun). Salah satu media yang menarik untuk pembelajaran anak usia dini (5 sampai 6 tahun) di Kota Bandung adalah Media animasi interaktif 1. Animasi interaktif disukai oleh anak karena media ini melibatkan respon anak secara aktif. Salah satu unsur penting da

Recently converted files (publicly available):