• Document: PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK KILANG KAYU CV. X
  • Size: 343.42 KB
  • Uploaded: 2019-07-21 14:38:37
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ISSN : 2302-0318 Jurnal Teknik Industri – Universitas Bung Hatta, Vol. 1 No. 2, pp. 152-158, Desember 2012 PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK KILANG KAYU CV. X Amri1, Muhammad Zeki2 Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Samudera Langsa Email : 1amri_ir@yahoo.co.id, 2mohd_zk@rocketmail.com ABSTRAK Kilang kayu CV. X merupakan salah satu kilang kayu yang memproduksi beberapa jenis ukuran kayu. Seiring dengan meningkatnya permintaan kayu oleh konsumen dan juga luas lahan yang terbatas, maka kilang kayu CV. X perlu dilakukan perancangan ulang tata letak fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak pabrik, data-data yang diperlukan adalah data-data yang berkaitan dengan kilang kayu CV. X. Data-data yang diperlukan antara lain adalah ; Luas lahan, Ruangan-ruangan yang diperlukan, jenis mesin, kapasitas mesin, produk yang dihasilkan dan lain sebagainya. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh Luas ruangan yang mengalami perubahan adalah gudang kayu produk akhir, gudang kayu ketam, tempat penyimpanan kayu sisa, ruang simpan serbuk kayu, tempat jemur kayu bahan baku, tempat jemur papan balok, dan ruang mesin gergaji belah, dengan luas ruangan setelah perbaikan masing-masing ; (21,32 m2), (161 m2), (73,1 m2), (3,4 m2), (231,75 m2), (38,5 m2), (231,75 m2). Kata kunci : Material Handling, Lay Out, Wood Processing ABSTRACT CV X is one of wood factory which produces wood with different size. With increasing of wood demand and limitation of area, so that CV X need to make a relayout of its facilities. This research aim was made relayout of wood factory. Data needs were area broad, machine types, machine capacities, etc. Result relayout shows that broad area of some rooms were change such as wood warehouse, wood planners storage, wood scraps storages, wood dust storage, raw wood dryer room, block board dryer room and sawing machine room rith room board after improvement were (21,32 m2), (161 m2), (73,1 m2), (3,4 m2), (231,75 m2), (38,5 m2), (231,75 m2). Keyword: 3 Material Handling, Lay Out, Wood Processing 1. PENDAHULUAN Perkembangan Industri dewasa ini berjalan sangat cepat, hal ini tumbuh seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Bertambahnya penduduk mengakibatkan meningkatnya permintaan di segala bidang. Terhitung sejak beberapa tahun terakhir hingga saat ini, tercatat tingginya pembangunan terhadap segala fasilitas pemerintah dan masyarakat (perkantoran dan perumahan). Tingginya tingkat pembangunan juga berpeluang terhadap meningkatnya permintaan kayu olahan seperti (kayu papan, balok, dan kusen). Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu hal ini menjadi suatu masalah dimana mereka harus bisa meningkatkan produksinya sehingga permintaan kayu dan kusen dapat teratasi. Salah satu faktor yang sangat perlu diperhatikan agar persahaan bisa memaksimalkan hasil output perusahaan adalah kegiatan proses produksi. Pada prinsipnya kegiatan proses produksi memiliki peranan yang sangat penting bagi kegiatan usaha, kegiatan proses produksi yang berjalan dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi 152 ISSN : 2302-0318 JTI-UBH, 1(2), pp. 152-158 , Desember 2012 perusahaan. Kegiatan proses produksi yang baik sangat dipengaruhi oleh pengaturan tata letak fasilitas yang ada di dalam pabrik, mulai dari pengaturan tata letak mesin, meja, lemari dan berbagai macam peralatan yang ada di dalamnya hingga pengaturan tata letak ruangan atau area kerja. Manfaat dari tujuan ini adalah agar dalam kegiatan proses produksi akan menciptakan proses material handling yang baik, selain itu pengaturan tata letak fasilitas yang baik juga dapat menciptakan koordinasi yang baik antar departemen yang ada berdasarkan hubungan aktivitasnya, serta juga dapat mengoptimalkan luas area yang ada. CV. X adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu gelondongan. Kayu diolah menjadi beberapa jenis adapun produk yang dihasilkan adalah kusen, papan, ambang pintu dan balok. Produk papan dan balok diproduksi secara kontinu, sedangkan kusen, ambang pintu dan beberapa jenis lainnya diproduksi berdasarkan pesanan. Permasalahan pada penelitian ini adalah mengkaji perancangan ulang tata letak fasilitas area produksi pengolahan kayu CV. X adalah seperti gambar dibawah ini Gambar I Pola Aliran Produksi Sebelum Perbaikan Berdasarkan hasil pengamatan terhadap tata letak fasilitas pabrik diketahui bahwa saat ini masih terdapat aliran yang tidak sesuai dengan pola aliran proses, dimana masih terjadi

Recently converted files (publicly available):