• Document: Model Prototyping Pada Pengembangan Sistem Informasi
  • Size: 203.05 KB
  • Uploaded: 2019-06-12 13:19:31
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JIMP - Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan Vol.2 No.2 Agustus 2017 ISSN 2503-1945 Model Prototyping Pada Pengembangan Sistem Informasi Dwi Purnomo Universitas Widyagama Malang, Jl. Borobudur No.35 Malang Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyagama, Malang e-mail : purnomo@widyagama.ac.id Abstrak Penerapan sistem merupakan hal penting bagi pihak pengembang sistem informasi dalam menilai keberhasilan sistem informasi tersebut apakah berjalan sesuai perencanaan dan apakah telah memenuhi keinginan dari penggunanya. Perencanaan dan Analisa yang tidak jelas sering menimbulkan permasalahan yang akan berdampak pada kegiatan pengembangan. Penelitian ini akan memberikan gambaran penggunaan model prototyping pada kegiatan pengembangan sistem informasi dengan harapan dapat menghasilkan prototype sebagai salah satu langkah awal sebuah kegiatan pengembangan sistem informasi. Protype dibuat dengan tujuan memberikan penyamaan presepsi dan pemahaman awal akan proses dasar dari sistem yang akan dikembangkan, sehingga akan ada komunikasi yang baik antara pengembang dan pengguna sistem. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi ataupun rujukan bagi pengembang sistem informasi yang telah mengikuti langkah- langkah pengembangan secara terstruktur, sehingga memberikan kejelasan proses bagi pengguna dan pemerhati ilmu pengembangan sistem informasi. Kata kunci - Sistem informasi, pengembangan sistem, metode prototyping, Prototype Abstract Implementation of the system is important for the information system developers in assessing the success of the information system whether it goes according to plan and whether it has fulfilled the wishes of its users. Unclear planning and analysis often lead to problems that will have an impact on development activities. This research will provide an overview of the use of prototyping model in information system development activities in the hope of producing prototype as one of the first step of an information system development activity. Protype is created with the aim of providing a common perception and initial understanding of the basic processes of the system to be developed, so that there will be good communication between developers and users of the system. The results of this research can be used as references or references for developers of information systems that have followed the steps of development in a structured, thus providing clarity of the process for users and observers of information systems development. Keywords - Information system, system development, prototyping method, Prototype 1. PENDAHULUAN Ketidaktahuan dan kurang fahamnya pengguna terhadap proses pengembangan sistem informasi merupakan tugas seorang pengembang dalam menjembatani maksud yang dikehendaki secara bahasa umum untuk ditidak lanjuti ke dalam bahasa teknis sistem, walaupun terkadang pengembang kurang memperhatikan algoritma alur sistem, perangkat bantu sistem, ataupun Departemen Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Merdeka Pasuruan 54 model interface yang akan diwujudkan. Untuk mendekatkan ketidak tahuan pengguna dengan pengembang tersebut, maka harus ada kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan baik apa yang diinginkan pengguna dengan tidak meninggalkankan kaidah serta landasan teknis pengembangan sistem informasi, sehingga pengguna akan mengetahui proses-proses yang akan dilakukan oleh pengembang dalam memenuhi kebutuhan sistem yang akan dikembangkan. Pada akhirnya akan dihasilkan sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta pemahaman yang tepat dan sesuai dengan penjadwalan pengerjaan sistem yang telah disepakati. 2. METODE PENELITIAN Ogedebe, dkk (2012), menyampaikan bahwa prototyping merupakan metode pengembangan perangat lunak, yang berupa model fisik kerja sistem dan berfungsi sebagai versi awal dari sistem. Dengan metode prototyping ini akan dihasilkan prototype sistem sebagai perantara pengembang dan pengguna agar dapat berinteraksi dalam proses kegiatan pengembangan sistem informasi. Agar proses pembuatan prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan pada tahap awal, yaitu pengembang dan penguna harus satu pemahaman bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan awal. Prototype akan dihilangkan atau ditambahkan pada bagiannya sehingga sesuai dengan perencanaan dan analisis yang dilakukan oleh pengembang sampai dengan ujicoba dilakukan secara simultan seiiring dengan proses pengembangan. Ada 4 metodologi prototyping yang paling utama yaitu : 1. Illustrative,

Recently converted files (publicly available):